Loading...
Loading…
Korea Utara Tumbang, Tinggal Dua Negara yang Belum Terpapar Covid-19

Korea Utara Tumbang, Tinggal Dua Negara yang Belum Terpapar Covid-19

Powered by BuddyKu
Gaya Hidup | Sindonews | Minggu, 15 Mei 2022 - 07:59

JAKARTA Kasus Covid-19 yang terjadi di Korea Utara menyisakan dua negara yang hingga kini masih belum terpapar Covid-19. Hadirnya Covid-19 di negara yang dipimpin oleh Kim Jong-un itu sekaligus membuktikan bahwa metoda isolasi total yang dilakukan Korea Selatan dalam mencegah penyebaran Covid-19 tidak manjut.

Kini dua negara yang belum terpar virus korona adalah Tuvalu dan Turkmenistan. Hal itu disebutkan DW berdasarkan laporan yang dikompilasi oleh John Hopkins University di Amerika Serikat.

Menurut DW, pada 10 Januari 2022 WHO merilis daftar 10 negara yang masih belum terpapar virus Covid-19. Diketahui 10 negara yang dirilis oleh WHO saat itu adalah Tuvalu, Turkmenistan, Korea Utara, Tokelau, Saint Helena, Pitcairn Islands, Niue, Nauru, Kiribati, dan Cook Islands. Hanya saja dalam waktu yang sangat singkat jumlah itu langsung berkurang banyak menyisakan dua negara, Tuvalu dan Turkmenistan.

Ketiadaan kasus Covid-19 di Tuvalu dan Turkmenistan memang menakjubkan. Pasalnya bahkan negara seketat Korea Utara masih bisa kena.

Situs BMJ menyebutkan ketiadaan kasus di Turkmenistan terjadi karena data kasus Covid-19 di negara muslim itu sangat rahasia. Pemerintah Turkmenistan sama sekali tidak pernah merilis informasi Covid-19.

Baca Juga :
Perangi Covid, Warga Korut Diperintah Berkumur Air Garam dan Minum Teh

"Tidak ada statistik yang bisa dipertanggung jawabkan di Turkmenistan, membuat para analis ada beberapa faktor kenapa hal itu dilakuan," tulis BMJ.

Faktor pertama adanya depopulasi yang sangat besar di Turkmenistan. Saat ini warga Turkmenistan justru banyajk yang pindah ke Rusia, Uzbekistan dan Turki untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Hal itu yang membuat Turkmenistan tidak pernah merilis informasi mengenai data kependudukan dan kasus Covid-19. "Sensus terakhir yang dilakuan di Turkmenistan terjadi pada 2012," jelas BMJ.

Meski demikian BMJ menyebutkan Turkmenistan adalah negara pertama di dunia yang mewajibkan vaksin Covid-19 sebagai kewajiban untuk semua masyarakat yang telah dewasa. Langkah itu diapresiasi mengingat adanya silang pendapat di antara warga mengenai mandatori vaksin Covid-19.

Berbeda dengan Turkmenistan, Tuvalu hampir sama seperti negara-negara lain dalam menangani penyebaran Covid-19. Mereka menutup seluruh perbatasan mulai awal 2020 hingga kini. Sama sekali tidak ada orang yang bisa masuk ke Tuvalu.

Baca Juga :
WHO Beri Peringatan Bahwa Covid-19 di Korea Utara Bisa Menyebar Sangat Cepat

Pemerintah Tuvalu juga mengakselerasi vaksin ke seluruh warganya. Kini 90 persen warga dewasa Tuvalu telah mendapatkan vaksin secara menyeluruh. Untuk remaja usia 12 sampai 17 tahun sebanyak 85 persen telah menerima vaksin pertama.

"Warga Tuvalu sangat mengapresiasi langkah pemerintah Tuvalu untuk menutup perbatasan secepatnya. Hanya saja itu berimbas pada turunnya pendapatan masyarakat yang mengandalkan pada wisata," lapor The Guardian.

Keberhasilan Tuvalu dan Turkmenistan memang patut diapresiasi. Yang menjadi pertanyaan adalah sampai kapan kedua negara itu benar-benar bertahan dari serbuan Covid-19. Pasalnya ada saja kejadian yang tidak terduga yang membuat sebuah negara bisa terpapar Covid-19.

"Cara memblokir virus secara menyeluruh ternyata adalah misi yang sangat mustahil," tulis DW.

(wsb)

Original Source

Topik Menarik

{
{
{