Wall Street Dibuka Variatif, Saham AI Rebound Angkat Nasdaq

Wall Street Dibuka Variatif, Saham AI Rebound Angkat Nasdaq

Ekonomi | idxchannel | Senin, 19 Oktober 2026 - 22:10
share

IDXChannel - Saham-saham berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di bursa Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Senin (19/10/2026), memulihkan sebagian kerugian tajam pada pekan lalu. Namun, pergerakan pasar secara keseluruhan masih bergejolak di tengah kenaikan imbal hasil obligasi dan ketidakpastian global.

Dikutip dari AP, Indeks S&P 500 naik 0,5 persen, sedangkan Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi menguat 1 persen. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average melemah 76 poin atau 0,1 persen. Penguatan S&P 500 terjadi setelah indeks tersebut mencatatkan kinerja mingguan terburuk sejak Juni.

Saham AI kembali menjadi sorotan setelah pekan lalu tertekan oleh kekhawatiran terhadap tingginya biaya pinjaman. Belanja besar-besaran untuk pengembangan teknologi AI, termasuk pembelian cip dan pembangunan pusat data, banyak dibiayai melalui utang. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut meningkatkan biaya pendanaan bagi perusahaan dan rumah tangga.

Saham CoreWeave, perusahaan penyedia infrastruktur komputasi awan yang menggunakan utang untuk membeli cip AI dan menyewakannya kepada pelanggan, naik 3,2 persen setelah kehilangan lebih dari seperempat nilai pasarnya pada pekan lalu. Sementara itu, saham Nvidia menguat 0,8 persen dan menjadi salah satu pendorong utama kenaikan S&P 500. Saham SpaceX, perusahaan yang mengendalikan bisnis xAI, turut naik 2,3 persen.

Investor kini menantikan laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi pekan ini untuk mengukur keberlanjutan belanja AI. Meta Platforms, yang mengembangkan agen AI Muse, dijadwalkan melaporkan kinerja kuartalan pada Rabu. Pada hari yang sama, Lam Research, pemasok peralatan dan layanan manufaktur semikonduktor, juga akan menyampaikan perkembangan bisnisnya.

Ekspektasi terhadap kinerja perusahaan AS cukup tinggi. FactSet memperkirakan laba perusahaan dalam indeks S&P 500 tumbuh 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk mempertahankan tren kenaikan pasar saham, emiten perlu memenuhi ekspektasi tersebut sekaligus memberikan sinyal pertumbuhan berkelanjutan di tengah risiko geopolitik, inflasi tinggi, dan kenaikan imbal hasil obligasi.

Di luar sektor teknologi, saham Cleveland-Cliffs melonjak 12,5 persen setelah perusahaan baja tersebut membukukan laba kuartalan yang melampaui perkiraan analis. CEO Cleveland-Cliffs Lourenco Goncalves menyebut periode tersebut sebagai kuartal terkuat perusahaan dalam tiga tahun terakhir. Dia mengatakan harga jual rata-rata, volume penjualan, dan biaya per unit semuanya bergerak ke arah yang lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya, ujarnya.

Di pasar global, indeks Kospi Korea Selatan menguat 1,8 persen setelah anjlok 14,5 persen pada pekan sebelumnya. Sebaliknya, indeks DAX Jerman turun 1,4 persen dan FTSE 100 Inggris melemah 1,3 persen di tengah kekhawatiran fiskal.

Di pasar obligasi AS, imbal hasil surat utang pemerintah tenor 10 tahun naik menjadi 5,10 persen dari 5,09 persen pada akhir perdagangan Jumat. Imbal hasil tersebut sempat melampaui 5,30 persen pada awal bulan ini, mencapai level tertinggi sejak 2002.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik