Konser YE di Jakarta Bidik 11 Ribu Wisman, Gerakkan Ekonomi Lokal

Konser YE di Jakarta Bidik 11 Ribu Wisman, Gerakkan Ekonomi Lokal

Ekonomi | sindonews | Selasa, 15 September 2026 - 22:37
share

Konser YE Live in Jakarta 2026 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 24 Oktober 2026 diproyeksikan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Penyelenggara memperkirakan lebih dari 11 ribu wisatawan mancanegara akan datang ke Indonesia untuk menghadiri konser yang menjadi bagian dari tur YE 2026 tersebut.

"Jakarta sebagai satu-satunya kota di Asia Tenggara dan Oseania yang menjadi bagian dari tur YE tahun ini merupakan momentum penting untuk menunjukkan bahwa Indonesia siap berada di peta global live entertainment," kata Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective Karen Tjahja di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Baca Juga:Pembelajaran Lapangan: Mengubah Inspirasi Menjadi Inovasi Desa Wisata

Menurut Karen, musik dapat menjadi alasan bagi wisatawan mancanegara untuk datang ke Jakarta dan melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi lain di Indonesia. Kehadiran wisatawan tersebut dinilai berpotensi menggerakkan berbagai sektor ekonomi lokal sekaligus membuka kesempatan bagi talenta dan tenaga profesional Indonesia untuk terlibat dalam produksi berskala internasional.

Antusiasme pasar internasional terlihat dari penjualan tiket pada 24 jam pertama, dengan 52,8 pembelian tercatat berasal dari penggemar di 73 negara, termasuk Indonesia. Pembelian dari luar negeri antara lain berasal dari Amerika Serikat, sejumlah negara Eropa, Hong Kong, Jepang, dan Inggris, sementara Jakarta menjadi satu-satunya kota di kawasan yang menarik penonton dari tujuh pasar, yakni Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Australia.Dari sisi ketenagakerjaan, penyelenggara memproyeksikan sekitar 4.600 tenaga kerja terlibat dalam berbagai fungsi konser, mulai dari produksi panggung, keamanan, makanan dan minuman (F&B), logistik, ticketing hingga pemasaran. Keterlibatan tersebut dinilai menjadi peluang bagi tenaga profesional dan talenta lokal untuk memperoleh pengalaman melalui kolaborasi dengan tim internasional.

Dewi Gontha dari Raw Vision Collective mengatakan konser tersebut disiapkan sebagai produksi stadion berskala internasional dengan standar teknis dan keselamatan yang tinggi. "Setiap elemen produksi, mulai dari panggung, rigging, audio, lighting, visual, hingga alur kerja teknis di lapangan, disiapkan agar berjalan sebagai satu sistem yang aman, rapi, dan profesional," ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemprov DKI mendukung penyelenggaraan YE Live in Jakarta 2026 sebagai momentum memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global dan tuan rumah acara internasional. Menurut dia, konser tersebut membuka peluang bagi berbagai sektor ekonomi Jakarta, mulai dari hotel, restoran, transportasi, ritel hingga industri kreatif, dengan dukungan promosi melalui 200 titik media luar ruang dan ajakan kepada pengunjung untuk menikmati destinasi budaya Jakarta melalui aplikasi JAKI.

Baca Juga:Konser Kotak di Kota Tua Dihentikan, Tantri Sesak Napas Kena Gas Misterius

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan konser musik internasional tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi pariwisata melalui aktivitas di sektor tiket, akomodasi, transportasi, kuliner dan berbagai sektor pendukung. Ia menilai kolaborasi pemerintah, penyelenggara dan pelaku industri diperlukan agar Indonesia semakin dikenal sebagai destinasi event internasional berkualitas.

Topik Menarik