Pertamina NRE Bangun Pusat Pengembangan Bioetanol di Lampung, Target 1 Juta KL per Tahun

Pertamina NRE Bangun Pusat Pengembangan Bioetanol di Lampung, Target 1 Juta KL per Tahun

Ekonomi | sindonews | Selasa, 15 September 2026 - 16:10
share

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) meluncurkan Bioethanol Development Center di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, sebagai fasilitas pengembangan dan pengujian bioetanol berskala pilot. Fasilitas tersebut disiapkan untuk memperkuat rantai bisnis bioetanol dari pengembangan bahan baku, budidaya, pengujian teknologi, hingga validasi proses produksi.

“Lampung memiliki 430 ribu KL, dengan strategi utama reaktivasi, sinergi dengan PTPN, pengembangan sorgum terintegrasi generasi pertama dan generasi kedua, pilot Bioethanol Development Center atau pusat pengembangan percontohan biomassa, hilirisasi singkong, hilirisasi jagung serta konversi pabrik, sehingga dapat mendukung ketahanan energi,” ujar Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu dalam keterangan pers, Selasa (15/9/2026).

Baca Juga:Pertamina Minta Maaf soal Antrean BBM di Makassar, Upaya Recovery Layanan SPBU Terus Diperkuat

Direktur Utama Pertamina NRE John Anis mengatakan fasilitas tersebut menggunakan pendekatan multi-feedstock dan multi-generation technology dengan memanfaatkan beragam bahan baku serta teknologi bioetanol generasi pertama (1G) dan generasi kedua (2G). Pendekatan itu ditujukan untuk mengoptimalkan sumber daya lokal sekaligus membangun ekosistem bioetanol nasional.

Peluncuran fasilitas tersebut juga ditandai penandatanganan dua nota kesepahaman. Pertama, kesepakatan bersama Pertamina NRE dan Pemerintah Provinsi Lampung mengenai pengembangan agribisnis, ketahanan energi, dan pangan; kedua, MoU Pertamina NRE, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Toyota Tsusho Indonesia (TTI), dan Research Association of Biomass Innovation for Next Generation Automobile Fuels (raBit) untuk mengkaji aspek teknis dan komersial produksi serta pemanfaatan bioetanol berkelanjutan.John mengatakan sorgum menjadi salah satu bahan baku yang dinilai potensial karena produktivitas dan siklus panennya kompetitif. “Yang menarik dari sorgum ini, selain produktivitasnya, siklusnya juga bisa tiga kali panen dalam setahun,” katanya.

Pengembangan sorgum di Lampung akan menggunakan pendekatan multi-generation, yakni nira dimanfaatkan sebagai bahan baku bioetanol generasi pertama, sedangkan batang dan biomassa yang tersisa dapat dikembangkan menjadi bahan baku bioetanol generasi kedua. Model tersebut diharapkan meningkatkan efisiensi pemanfaatan bahan baku sekaligus nilai tambah hasil pertanian.

Bioethanol Development Center dikembangkan sebagai fasilitas pilot dengan kapasitas produksi hingga 60 kiloliter per tahun. Fasilitas tersebut akan menguji berbagai kombinasi bahan baku dan teknologi, mulai dari pre-treatment, hidrolisis, fermentasi, distilasi, hingga dehidrasi, termasuk pengolahan bahan baku untuk teknologi generasi kedua.

Baca Juga:80 SPBU Makin Kondusif, Antrean BBM Subsidi di Makassar Kian Terurai

John mengatakan Pertamina NRE berkomitmen mendukung target pemerintah mengembangkan produksi bioetanol nasional. “Pertamina NRE sangat berkomitmen dalam mendukung program Presiden dan cita-cita besar untuk mencapai produksi 1 juta kiloliter bioetanol per tahun dengan sistem multi-generation,” ujarnya.

Keberadaan pusat tersebut sekaligus menjadi langkah awal pengembangan Lampung sebagai salah satu pusat bioetanol terpadu, dari penyediaan dan budidaya bahan baku hingga pengolahan serta validasi teknologi. Hasil pengujian skala pilot selanjutnya akan menjadi dasar kajian teknis, ekonomi, dan komersial untuk menentukan pengembangan menuju tahap demonstrasi dan produksi komersial.

Topik Menarik