Harga Emas Merosot, Pasar Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
IDXChannel - Harga emas duna turun pada Selasa (8/9/2026), tertekan kenaikan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September.
Investor kini menanti data inflasi Amerika Serikat (AS) untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter.
Harga emas spot turun 1,14 persen menjadi USD4.355,70 per troy ons.
“Emas masih bergerak dalam rentang terbatas karena kenaikan probabilitas kenaikan suku bunga menjadi penghalang, sehingga momentum di pasar masih tertahan,” ujar senior market strategist di StoneX, Daniel Pavilonis, seperti dikutip Reuters.
Harga minyak mentah juga menyentuh level tertinggi dalam beberapa pekan setelah kelompok Houthi yang didukung Teheran menyerang fasilitas energi Arab Saudi. Di sisi lain, Teheran mengancam Amerika Serikat dengan “perang ekonomi”.
Harga minyak Brent mendekati level USD100 per barel, bahkan sempat menyentuh USD99,46 per barel, level tertinggi sejak 24 Juli. Kenaikan tersebut semakin memperkuat kekhawatiran terhadap inflasi.
“Pasar masih mencerna laporan ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan dan menanti data CPI serta PPI. Pada saat yang sama, kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga pada September,” kata vice president sekaligus senior metals strategist di Zaner Metals, Peter Grant.
Harga emas spot bahkan sempat jatuh 2,4 persen pada Jumat (4/9/2026) setelah data menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS meningkat tajam pada Agustus, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1 persen.
Data tersebut memperkuat indikasi bahwa pasar tenaga kerja AS masih cukup tangguh.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga dalam rapat kebijakan The Fed mencapai sekitar 60 persen, naik dari sekitar 50 persen sebelum rilis data ketenagakerjaan tersebut.
Data producer price index (PPI) AS dijadwalkan dirilis pada Kamis, sementara data consumer price index (CPI) akan menyusul pada Jumat.
Meski emas kerap dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik logam mulia itu karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil. (Aldo Fernando)









