Trump Tembak Tarif 15 untuk Bahan Utama Chip! China Meradang
Perang dingin teknologi dan rantai pasok global antara Amerika Serikat atau AS dan China kembali memasuki babak baru. Presiden AS Donald Trump secara resmi menandatangani perintah eksekutif yang mematok tarif 15 serta menetapkan batas harga impor minimum untuk polisilika (polysilicon) dan produk turunannya.
Kebijakan tarif Trump yang ditargetkan mulai berlaku efektif pada Desember mendatang ini membidik bahan baku krusial bagi pembuatan chip semikonduktor canggih hingga panel surya. Polisilika merupakan bentuk silikon ultra-murni yang diekstrak dari kuarsa, menjadi komponen paling mendasar dalam pembuatan wafer semikonduktor dan sel surya.
Gedung Putih menyoroti penurunan drastis kapasitas produksi dalam negeri sebagai ancaman serius bagi keamanan nasional. Data Gedung Putih mencatat penurunan tajam posisi Amerika Serikat dalam rantai pasok global, kapasitas polisilika AS merosot drastis dari 50 pada tahun 2005 menjadi kurang dari 2 pada 2024.
Baca Juga: Baca Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10, Siapa Digetok 12,5?
Sedangkan fabrikasi wafer semikonduktor terjun bebas dari 37 pada 1990 menjadi hanya 10 pada 2024. Ketergantungan Impor AS kini hampir sepenuhnya bergantung pada impor ingot, wafer, dan sel surya dari luar negeri.
Sementara itu industri menunjukkan bahwa China telah menguasai lebih dari 90 produksi polisilika dunia pada 2024, menempatkan Beijing pada posisi monopoli pasokan global.
Beijing Meradang: AS Berlebihan
Pemerintah China mengecam keras langkah agresif Washington dan menuduh AS sengaja menyalahgunakan istilah keamanan nasional untuk merusak iklim persaingan usaha yang sehat."Langkah AS secara serius mengganggu pertukaran ekonomi dan perdagangan normal antara bisnis Tiongkok dan AS. Proteksionisme tidak akan membuat AS menjadi lebih kompetitif," tegas juru bicara Kedutaan Besar China di AS, Liu Chang.
Baca Juga: AS Resmi Blokir Impor Robot Humanoid China! Rivalitas AI Raksasa Dunia Makin Panas
Eskalasi tarif polisilika ini hanya berselang sehari setelah Beijing mengumumkan gelombang sanksi balasan, yang mencakup pengetatan kontrol ekspor drone, sanksi terhadap tujuh perusahaan AS, serta pelaksanaan peninjauan keamanan nasional pertama terhadap impor perdagangan asing.
Langkah saling jepit ini terjadi di momen yang sangat krusial, yakni hanya beberapa pekan menjelang jadwal pertemuan puncak antara Presiden Donald Trump dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping di AS pada bulan depan. Apakah pembatasan bahan baku ini akan memicu kelangkaan perangkat elektronik dan panel surya global?









