China Tolak Sanksi Sepihak AS ke Iran, Tekanan Ekonomi Bukan Solusi Perang

China Tolak Sanksi Sepihak AS ke Iran, Tekanan Ekonomi Bukan Solusi Perang

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 21 Agustus 2026 - 19:15
share

China menegaskan "sanksi dan tekanan" yang diterapkan Amerika Serikat (AS) tidak akan menyelesaikan konflik Timur Tengah, setelah Washington mendesak sejumlah pemerintah termasuk Beijing untuk bergabung dalam upaya mengisolasi ekonomi Iran. Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers reguler di Beijing.

"Sanksi dan tekanan tidak akan membantu menyelesaikan masalah. China menyerukan semua pihak terkait mengambil langkah bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah melalui cara politik dan diplomatik," ujar Lin Jian menanggapi ancaman Presiden AS Donald Trump terhadap Iran dikutip dari AFP, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga:Indonesia Termasuk dari 40 Negara yang Dituding Bantu China Mengakali Tarif Trump

Lin Jian menegaskan bahwa China menentang sanksi unilateral ilegal yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional dan tidak mendapat otorisasi dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Sikap ini disampaikan saat ia ditanya mengenai komentar Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang vowed akan “meruntuhkan” rezim Iran melalui kampanye sanksi ekonomi terberat dalam sejarah.

Sebelumnya, Trump mengumumkan rencana menerapkan "peperangan ekonomi dan isolasi dalam skala belum pernah terjadi sebelumnya" terhadap Iran, seraya mengancam negara mana pun yang masih memberikan “jalan hidup” bagi Teheran akan menghadapi konsekuensi ekonomi sangat besar. Ancaman itu muncul hampir enam bulan sejak konflik bersenjata antara AS dan Iran dimulai tanpa tanda-tanda kemenangan diplomatik atau militer yang jelas bagi Washington.

Iran menanggapi keras langkah AS dengan menyebut sanksi ekonomi tersebut sebagai “terorisme ekonomi” yang gagal. Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataannya yang dikutip media negeri itu menyatakan sanksi AS telah menargetkan hak asasi manusia fundamental setiap warga Iran dan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan."Tidak diragukan lagi, sanksi ekonomi AS terhadap Iran, yang telah menargetkan hak asasi manusia fundamental setiap warga Iran, adalah kasus ‘terorisme ekonomi’ dan ‘kejahatan terhadap kemanusiaan’," demikian pernyataan resmi Iran yang dilansir media pemerintah.

Baca Juga:Iran Ejek AS Memohon Bantuan Sekutu usai Kalah

Dalam konteks yang lebih luas, ketegangan AS-Iran juga berdampak pada pasar energi global dan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang berpotensi mengganggu ekspor minyak mentah dari Basra (Irak) serta mendorong kenaikan tarif angkutan laut global. China menegaskan bahwa hubungan perdagangan dan energi normal antarnegara berdaulat dalam kerangka hukum internasional harus dihormati, seraya menolak upaya penerapan yurisdiksi sanksi ekstrateritorial yang membahayakan keamanan jalur maritim global.

Lin Jian kembali menekankan bahwa eskalasi tidak menguntungkan siapa pun dan mendesak penyelesaian sengketa melalui dialog serta negosiasi. “Eskalasi tidak menguntungkan pihak mana pun. Kami mendesak penyelesaian sengketa melalui dialog dan negosiasi,” kata Lin Jian.

Topik Menarik