Milenial Borong Surat Utang Ritel ORI030, Pemerintah Raup Rp40 Triliun

Milenial Borong Surat Utang Ritel ORI030, Pemerintah Raup Rp40 Triliun

Ekonomi | sindonews | Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:55
share

Pemerintah membeberkan hasil penjualan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 dengan total nilai mencapai Rp40 triliun. Angka tersebut terdiri dari penerbitan seri ORI030T3 senilai Rp34 triliun dan seri ORI030T6 sebesar Rp6 triliun, yang seluruh dananya akan digunakan untuk memenuhi target pembiayaan dalam APBN 2026.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat, masa penawaran instrumen investasi ini berlangsung sejak 6 Juli hingga 30 Juli 2026. Pemerintah menetapkan kupon sebesar 6,90 untuk seri ORI030T3 dan 7,00 untuk seri ORI030T6, dengan mempertimbangkan kondisi stabilitas ekonomi serta inflasi yang terkendali agar tetap kompetitif bagi investor ritel.

Pemasaran ORI030 kali ini didukung oleh program literasi keuangan yang masif melalui platform daring maupun luring, serta optimalisasi media sosial. "Adapun pemesanan ORI030T3 dan ORI030T6 menarik total investor mencapai 102.546 investor," berdasarkan keterangan DJPPR.

Baca Juga: ORI, Simbol Kemerdekaan Negara

Secara rinci, sebanyak 88.737 investor memilih seri ORI030T3 dan 19.752 investor memilih seri ORI030T6, dengan 5.943 investor berpartisipasi pada kedua tenor tersebut. Dari total partisipan, tercatat sebanyak 31.287 investor merupakan pendatang baru di Surat Utang Negara (SUN) ritel, sementara 19.417 lainnya merupakan investor baru di pasar Surat Berharga Negara (SBN) ritel.

Secara demografis, generasi milenial mendominasi jumlah investor dengan porsi 47,83. Namun dari sisi nilai nominal pemesanan, generasi X dan baby boomers tetap memegang kendali dengan kontribusi masing-masing sebesar 39,57 dan 32,47.

Baca Juga: Dengan Sejuta Rupiah, Masyarakat Bisa Kail Cuan dari Surat Utang Pemerintah

Berdasarkan latar belakang profesi, pegawai swasta menjadi kelompok dengan jumlah investor terbanyak, yakni 34,08. Sementara itu, dari sisi nominal pemesanan, kelompok wiraswasta mendominasi pasar dengan nilai investasi sebesar 34,00.

Selain itu, keterlibatan investor perempuan juga tak kalah banyak, baik dari sisi jumlah (57,85) maupun nominal investasi (50,61). Dalam distribusi penjualan, sektor perbankan sebagai mitra distribusi (midis) masih menjadi saluran utama, baik dari sisi nominal maupun jumlah investor.

Meski begitu, peran perusahaan fintech dan sekuritas tetap krusial dalam memperluas jangkauan investor ritel dan meningkatkan inklusi keuangan nasional.

Topik Menarik