Pasar Domestik Lesu, ESA Medika Bidik Ekspor Benang Bedah ke AS dan Eropa

Pasar Domestik Lesu, ESA Medika Bidik Ekspor Benang Bedah ke AS dan Eropa

Ekonomi | sindonews | Kamis, 30 Juli 2026 - 14:27
share

PT ESA Medika Mandiri Tbk (ESA Medika) membidik penetrasi pasar ekspor produk benang bedah ke Amerika Serikat dan Eropa pada 2027 mendatang guna menyiasati pelemahan pasar alat kesehatan (alkes) domestik. Langkah strategis ini disampaikan perseroan saat menerima kunjungan delegasi Kementerian Luar Negeri ke fasilitas pabrik PT ESA WEGO Indonesia di Jakarta.

Direktur Utama PT ESA Medika Mandiri Tbk, Florian Chris Widjaja, mengungkapkan bahwa perseroan telah menggelontorkan investasi awal senilai Rp20 miliar untuk membangun fasilitas produksi tersebut bersama mitra usahanya, WEGO asal China.

"Pabrik ini adalah wujud komitmen PT ESA terus berinovasi, meningkatkan kualitas, dan menghasilkan produk alat kesehatan Indonesia yang mampu bersaing di pasar global," ujar Chris seperti dikutip pada Kamis (30/7/2026).

Baca Juga:Perkuat Tata Kelola Ekspor Mineral, Sucofindo Sinergi dengan KSP dan Danantara

Ia menjelaskan, pabrik hasil kolaborasi usaha patungan (joint venture) tersebut dibangun dengan standar internasional demi memastikan kelayakan produk di tingkat global. Perseroan yang resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2026 ini memanfaatkan pengalamannya selama lebih dari 30 tahun dalam mendistribusikan produk alkes mancanegara untuk mempercepat adopsi standar manufaktur WEGO.

Meskipun saat ini kapasitas produksi masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, pemetaan jalur distribusi ke kawasan Amerika dan Eropa telah dimatangkan. Menurut Chris, kesiapan infrastruktur dan legalitas menjadi kunci utama perseroan dalam mengeksekusi target ekspor tersebut tepat waktu.Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Laboratorium dan Alat Kesehatan Indonesia (HIPELKI), dr. Randy H. Teguh, menyayangkan adanya penurunan drastis pada alokasi anggaran belanja alkes di tingkat daerah dalam dua tahun terakhir pascapandemi COVID-19. Ia menilai pelemahan penyerapan pasar lokal ini perlu disiasati dengan dorongan ekspansi ke mancanegara.

"Indonesia seolah lupa dengan pelajaran saat pandemi soal ketahanan alkes. Karena itu HIPELKI bersama Kemlu, khususnya Ditjen Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) serta Ditjen Amerika dan Eropa (Amerop), mendorong percepatan ekspor sebagai alternatif pasar," kata Randy.

Baca Juga:Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026

Selain membidik kawasan Barat, ESA Medika juga aktif berpartisipasi dalam ajang business matching yang difasilitasi HIPELKI dan Kemenlu untuk menerobos pasar berprospek di ASEAN dan Afrika. Sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah ini diharapkan dapat menjadi jembatan pertumbuhan industri alkes nasional sembari menunggu pemulihan daya serap pasar domestik.

Topik Menarik