Kantongi Restu Rights Issue, WMPP Siap Tebar 8,5 Miliar Saham Baru

Kantongi Restu Rights Issue, WMPP Siap Tebar 8,5 Miliar Saham Baru

Ekonomi | idxchannel | Minggu, 24 Mei 2026 - 11:40
share

IDXChannel - PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) mengantongi restu penambahan modal dengan skema rights issue dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 Mei 2026.

Dalam HMETD tersebut, perseroan akan menerbitkan maksimum 8,5 miliar saham baru dengan nominal Rp20 per saham.

"Rights issue merupakan inisiatif perseroan sebagai langkah strategis dalam memperkuat struktur permodalan dalam rangka mendorong pertumbuhan berkelanjutan dengan meningkatkan kinerja operasional dan keuangan secara lebih efektif dan efisien," kata Direktur Utama WMPP Tumiyono dalam keterangan, Sabtu (23/5/2026).

Tumiyono menilai, rights issue dilakukan pada momentum yang tepat seiring dengan prospek dan peluang di sektor pangan. 

Di mana permintaan daging sapi dan unggas di Indonesia diproyeksikan tumbuh yang ditopang oleh kenaikan PDB per kapita masyarakat Indonesia dari USD5.000 menjadi lebih dari USD10.000 pada 2030.

Sementara itu, data OECD-FAO menunjukkan bahwa konsumsi per kapita untuk daging sapi dan ayam di Indonesia pada 2025 masing-masing baru mencapai 1,69 kg/kapita dan 8,76 kg/kapita. 
Angka ini jauh lebih rendah dibanding negara tetangga di ASEAN, sehingga ruang tumbuhnya masih sangat luas.

"Peningkatan PDB per kapita menunjukkan perbaikan kualitas hidup masyarakat Indonesia, artinya konsumsi protein Indonesia diprediksi dapat meningkat lebih cepat," tutur dia.

Melalui aksi korporasi ini, perseroan menargetkan penambahan modal kerja yang akan difokuskan pada peningkatan utilisasi fasilitas produksi yang diharapkan dapat mendorong volume
produksi dan penjualan.

Selain itu, perseroan berencana memperbaiki neraca, terutama mengurangi utang. Hingga akhir 2025, liabilitas WMPP mencapai Rp4,04 triliun, sedangkan ekuitas hanya Rp255 miliar.

"Perseroan meyakini bahwa penguatan struktur permodalan melalui aksi korporasi ini akan menciptakan fleksibilitas keuangan dan memperkuat fundamental bisnis yang tercermin dari perbaikan arus kas dan profitabilitas Perseroan," katanya.

(DESI ANGRIANI)

Topik Menarik