Dari KUR BRI ke BRILink, Usaha Fotocopy Hendra Melonjak Pesat

Dari KUR BRI ke BRILink, Usaha Fotocopy Hendra Melonjak Pesat

Ekonomi | inews | Rabu, 24 Juni 2026 - 09:53
share

BABELAN, iNews.id – Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI menjadi kunci kebangkitan usaha fotocopy milik Hendra di Desa Huripjaya, Babelan, Bekasi. Dukungan permodalan dari Bank Rakyat Indonesia membuat bisnisnya tumbuh, stabil, dan terus berkembang hingga hari ini.

Hendra mengenang awal perjalanannya menjadi nasabah BRI pada 2014. Saat itu, dia membutuhkan tambahan modal untuk memulai usaha alat tulis kantor (ATK), fotokopi, dan cetak foto. Akses pembiayaan yang tepat menjadi kebutuhan mendesak agar rencana usaha bisa berjalan.

“Saya ngajuin KUR yaitu pinjaman awal Rp20 juta untuk membuat usaha ATK, fotocopy dan cetak foto. Jadi pinjaman awal itu buat pengembangan usaha,” kata Hendra kepada iNews.id.

Modal awal tersebut menjadi fondasi penting. Usaha yang dirintis Hendra perlahan berjalan sesuai harapan. Arus pelanggan mulai terbentuk, layanan bertambah, dan kebutuhan operasional bisa terpenuhi tanpa hambatan berarti.

KUR BRI membantu usaha fotocopy di Babelan berkembang pesat (Foto: Reynaldi Hermawan/iNews.id)

Seiring waktu, BRI menawarkan peluang lanjutan kepada Hendra untuk menjadi agen BRILink. Keputusan itu membawa perubahan signifikan pada pendapatan harian usaha yang dikelolanya.

“Omset ATK saja itu Rp400.000 kalau dengan agen BRILink itu bisa sampai 600-700,” ujarnya.

Angka tersebut menunjukkan lonjakan pendapatan berkat diversifikasi layanan keuangan di lokasi usahanya.

Bunga Rendah, Dampak Nyata

Hendra menilai KUR BRI sangat membantu pelaku usaha kecil. Skema pembiayaan tanpa jaminan, bunga rendah, dan proses pengajuan yang tidak berbelit menjadi alasan utama dia memilih BRI sejak awal.

“Kenapa saya memilih BRI karena termasuk pinjaman tanpa jaminan. Bunganya rendah dan prosesnya tidak begitu sulit. Pinjaman dari BRI ini memang dampaknya luar biasa buat saya,” ucapnya.

Cerita Hendra menjadi gambaran peran KUR BRI di tingkat akar rumput. Program ini tidak hanya mendorong pembukaan usaha, tetapi juga memperluas peluang pendapatan melalui layanan tambahan seperti BRILink.

Di level nasional, BRI terus memperkuat peran mendorong ekonomi kerakyatan dengan menyalurkan KUR ke sektor produktif. Periode Januari hingga Mei 2026 mencatat realisasi penyaluran Rp84,36 triliun atau 46,87 persen dari total alokasi 2026 sebesar Rp180 triliun.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan KUR memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional.

“KUR bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput. Penyaluran yang diarahkan ke sektor-sektor produktif,” kata dia.

Secara kumulatif sejak 2015 hingga Mei 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.520 triliun kepada lebih dari 48,1 juta penerima manfaat. Konsistensi ini menegaskan komitmen BRI memperluas inklusi keuangan dan menguatkan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.

Topik Menarik