5 Fakta Utang Kereta Cepat Whoosh, Ini Langkah Purbaya

5 Fakta Utang Kereta Cepat Whoosh, Ini Langkah Purbaya

Ekonomi | okezone | Minggu, 26 April 2026 - 07:09
share

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan perkembangan terbaru terkait kereta cepat Jakarta-Bandung (Whoosh), termasuk utang serta status pengelolaan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Purbaya menyatakan bahwa pemerintah telah memberikan sinyal kuat terkait keputusan final pengalihan pengelolaan KCIC ke lingkup Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Berikut fakta-fakta terbaru terkait kereta cepat Whoosh, utangnya, dan pengelolaannya per Minggu (26/4/2026):

1. KCIC di Bawah Kemenkeu

Pemerintah segera menetapkan keputusan final terkait pengalihan pengelolaan Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Keputusan strategis ini dijadwalkan akan segera diumumkan secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Nanti setelah diumumkan. Setelah diumumkan oleh Pak AHY, saya pikir saya tidak berhak membicarakannya sekarang. Nanti tanya Pak AHY," ujar Purbaya.

2. Purbaya Bereskan Utang Kereta Cepat

Dengan ditariknya pengelolaan utang ke Kemenkeu, pemerintah memiliki fleksibilitas lebih besar dalam melakukan restrukturisasi. Langkah ini memungkinkan penggunaan instrumen fiskal seperti Penyertaan Modal Negara (PMN) atau skema pendanaan lainnya untuk menyehatkan neraca keuangan proyek Whoosh.

Selain itu, beredar kabar bahwa Menkeu Purbaya tengah menjajaki peluang untuk menggandeng investor baru asal China. Strategi ini diharapkan dapat membantu meringankan pembayaran utang KCIC sehingga tidak sepenuhnya membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

3. Whoosh dan LRT Minim Pengawasan Negara

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti lemahnya pengawasan dalam proyek infrastruktur strategis seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh dan LRT Jabodebek. Bendahara negara menilai eksekusi proyek yang minim pengawasan berujung pada pembengkakan biaya yang membebani keuangan negara.

"Ada banyak program infrastruktur sebelumnya yang tidak dimonitor. Ada Whoosh, LRT Jabodebek. Sebetulnya proyeknya bagus, tetapi tidak diawasi, sehingga ketika ada masalah tidak ada yang menangani. Akhirnya terjadi cost overrun berpuluh triliunan rupiah," tutur Purbaya.

4. Utang Whoosh

Terkait proyek Whoosh, sejak digarap pada 2016, proyek ini mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar US$1,2 miliar atau sekitar Rp18,02 triliun. Hasil audit yang dilakukan Indonesia dan China mencatat total biaya pembangunan Whoosh mencapai US$7,27 miliar atau sekitar Rp118,21 triliun.

Dari total pembiayaan tersebut, sebesar 75 dibiayai melalui pinjaman dari China Development Bank (CDB) dengan bunga sekitar 2 per tahun. Pinjaman pembangunan Whoosh menggunakan skema bunga tetap dengan tenor hingga 40 tahun.

5. Restrukturisasi Utang Whoosh

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa proses restrukturisasi terkait biaya tambahan (cost overrun) dan skema manajemen proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) telah rampung. Keputusan final mengenai penyelesaian proyek ini kini tinggal menunggu waktu untuk diumumkan secara resmi kepada publik.

Purbaya mengungkapkan bahwa kepastian ini juga telah disampaikan langsung kepada Pemerintah China melalui Menteri Keuangan China dalam pertemuan terakhir mereka. Langkah ini diambil untuk menjaga kredibilitas Indonesia di mata investor internasional.

"Sudah, sudah selesai, tinggal diumumkan. Kemarin saya bertemu Menteri Keuangan China. Ini berkaitan dengan hubungan jangka panjang antara Indonesia dan China. Saya sampaikan bahwa keputusan sudah diambil dan tinggal diumumkan, sehingga pihak China tidak perlu khawatir," tegas Purbaya.

Topik Menarik