LIXIL Dorong Industri Arsitektur Kolaborasi Bangun Hunian Berkelanjutan

LIXIL Dorong Industri Arsitektur Kolaborasi Bangun Hunian Berkelanjutan

Ekonomi | sindonews | Rabu, 15 April 2026 - 21:17
share

Perusahaan global solusi hunian LIXIL mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan kualitas ruang hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan dinamika pembangunan yang kini tidak hanya menitikberatkan aspek estetika, tetapi juga integrasi desain dan teknologi.

"Melalui semangat kolaborasi lintas sektor, LIXIL berkomitmen menjadi mitra strategis yang menghadirkan ruang bagi para profesional untuk berkembang bersama, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional," ujar Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia, Arfindi Batubara, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga:Perencanaan Pembangunan dan Anggaran dalam Arsitektur Fiskal

Dalam lanskap pembangunan modern, kualitas hunian dan ruang publik dinilai semakin bergantung pada sinergi antara desain arsitektur dan inovasi teknologi. LIXIL menilai kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan standar baru yang mampu menjawab tantangan urbanisasi dan kebutuhan masyarakat ke depan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai inisiatif, mulai dari partisipasi dalam forum industri hingga penyelenggaraan program seperti LIXIL Architectural Design Competition (LADC) dan LIXIL Day of Architecture and Design (LDAD). Upaya ini bertujuan membuka akses ide, inovasi, serta memperkuat ekosistem arsitektur di Tanah Air.

Sebagai bagian dari langkah strategis, LIXIL turut ambil bagian dalam ajang ARCH:ID 2026 dengan menghadirkan paviliun bertajuk “OASE: Architecture in the Water Cycle”. Instalasi ini dikembangkan melalui kolaborasi dengan arsitek Adi Purnomo dan tim lintas disiplin.

Baca Juga:Panggung Desainer Muda Indonesia: dari Warisan Budaya Menuju Kancah Global

Paviliun tersebut mengusung konsep keberlanjutan dengan memanfaatkan elemen yang dapat digunakan kembali, seperti air dan tanaman, sekaligus menjadi ruang edukasi mengenai hubungan antara arsitektur, sanitasi, dan lingkungan perkotaan.

"Pendekatan kolaboratif ini memperkaya pemahaman tentang relasi antara air, lingkungan, dan desain arsitektur, serta menunjukkan bagaimana sinergi lintas disiplin dapat menciptakan solusi yang relevan," ujar Adi Purnomo.

Selain instalasi, LIXIL juga menghadirkan berbagai forum diskusi dan kegiatan interaktif untuk mendorong pertukaran gagasan di kalangan profesional. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan isu keberlanjutan.

LIXIL menegaskan komitmennya melalui visi jangka panjang LIXIL Environmental Vision 2050, yang menargetkan operasi bisnis netral karbon, efisiensi penggunaan air, serta peningkatan akses sanitasi global sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.

Topik Menarik