Wall Street Menguat Tipis di Tengah Harapan Damai AS-Iran

Wall Street Menguat Tipis di Tengah Harapan Damai AS-Iran

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 15 April 2026 - 22:34
share

IDXChannel - Wall Street dibuka menguat tipis pada perdagangan Rabu (15/4/2026) waktu setempat, di tengah optimisme pasar terhadap peluang damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Melansir Investing, S&P 500 naik 0,2 persen ke level 6.977,16, sementara Nasdaq Composite menguat 0,2 persen ke 23.692,26. Adapun Dow Jones Industrial Average mencatat kenaikan lebih tinggi sebesar 0,4 persen ke posisi 48.704,15.

Penguatan ini terjadi di tengah volatilitas pasar yang sebelumnya dipicu konflik di Timur Tengah, termasuk perang antara AS dan Iran serta terganggunya jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Meski demikian, pasar saham AS tetap menunjukkan tren penguatan.

Pada penutupan sebelumnya, S&P 500 berada di dekat level tertinggi sepanjang masa. Sementara Nasdaq telah melonjak sekitar 14 persen dalam 10 sesi terakhir, mencatatkan reli terpanjang sejak 2021.

Sentimen positif juga ditopang ekspektasi tinggi terhadap musim laporan keuangan kuartalan, serta sinyal ketahanan ekonomi AS. Sejumlah bank investasi di Wall Street mencatat bahwa konsumen AS masih aktif berbelanja dan memanfaatkan kredit, meskipun terdapat risiko kenaikan harga energi akibat konflik Iran.

Senior Research Strategist Pepperstone, Michael Brown menilai, ekonomi AS berada dalam posisi yang relatif kuat untuk menghadapi tekanan tersebut.

Di mana status AS sebagai eksportir energi bersih serta kondisi konsumen yang solid sebelum konflik menjadi faktor penopang utama. Selain itu, kebijakan fiskal dari Presiden Donald Trump juga dinilai membantu menjaga daya beli masyarakat.

“Pengembalian pajak yang akan dibayarkan tahun ini berpotensi mengompensasi kenaikan biaya energi, sehingga dapat meredam dampak negatif terhadap konsumsi,” ujar Brown.

Dia menambahkan, pemulihan pasar saham turut mendorong efek kekayaan (wealth effect), khususnya bagi kelompok berpendapatan tinggi, yang pada akhirnya menopang belanja konsumen.

Di sisi geopolitik, Trump mengindikasikan konflik dengan Iran berpotensi segera mereda. Dia menyebut kemungkinan tercapainya kesepakatan gencatan senjata permanen dalam waktu dekat, bahkan sebelum kunjungan Raja Inggris, King Charles, akhir bulan ini.

(DESI ANGRIANI)

Topik Menarik