Epstein Files Seret Nama Bitcoin Cs, Benarkah Kripto Berbahaya?

Epstein Files Seret Nama Bitcoin Cs, Benarkah Kripto Berbahaya?

Ekonomi | sindonews | Rabu, 11 Februari 2026 - 11:00
share

Nama Bitcoin, Ripple, dan Stellar kembali menjadi sorotan setelah dokumen yang dikenal sebagai "Epstein Files" dirilis ke publik. Arsip tersebut memuat jejak donasi, investasi, dan korespondensi yang mengaitkan Jeffrey Epstein dengan sejumlah institusi serta figur di ekosistem awal kripto. "Saya telah berbicara dengan beberapa pendiri Bitcoin yang sangat antusias," klaim Epstein dikutip dari CCN.

Dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menunjukkan Epstein pernah menyumbang sekitar USD850.000 ke MIT Media Lab pada periode 2002–2017. Sebagian dana itu kemudian digunakan untuk mendukung Inisiatif Mata Uang Digital yang membiayai pengembang Bitcoin Core, termasuk Gavin Andresen, Cory Fields, dan Wladimir van der Laan, meski tidak ada bukti keterlibatan Epstein dalam pengembangan teknis.

Baca Juga:Menlu Rusia Sebut Kasus Epstein Ungkap Satanisme Elite Barat

Arsip juga mencatat diskusi Epstein terkait kripto dengan sejumlah tokoh, antara lain mantan Menteri Keuangan AS Larry Summers dan pendiri Tether Brock Pierce, serta minatnya terhadap investasi di Coinbase dan Blockstream. Selain itu, terdapat korespondensi mengenai isu regulasi pajak kripto pada 2018, namun tidak ditemukan peran operasional maupun pengaruh terhadap desain protokol.

Nama Bitcoin, Ripple (XRP), dan Stellar (XLM) muncul dalam sejumlah email dan catatan hukum yang menggambarkan kedekatan finansial Epstein dengan jaringan awal industri kripto pada 2013–2016. Dokumen tersebut menegaskan Epstein berperan sebagai donatur dan investor pasif, tanpa bukti keterlibatan dalam penciptaan, pengendalian jaringan, maupun pengambilan keputusan teknis.Sejumlah dokumen mengonfirmasi Epstein mengenal kriptografer Adam Back yang kemudian menjadi figur kunci di Blockstream. Namun, tidak ada bukti ia terlibat dalam penulisan kode, pengembangan white paper, atau komunikasi dengan Satoshi Nakamoto, sehingga klaim keterlibatan langsung dalam penciptaan Bitcoin tidak didukung dokumen.

Dalam konteks lain, nama Ripple dan Stellar muncul pada email internal 2014 yang menyoroti kekhawatiran sebagian investor terkait tumpang tindih pendanaan antarproyek kripto. Epstein tercatat sebagai penerima email tersebut, bukan penulis atau pengarah isi, dan tidak ada bukti ia memengaruhi strategi maupun kebijakan kedua proyek.

Mantan CTO Ripple David Schwartz menyatakan tidak mengetahui adanya hubungan Epstein dengan Ripple atau Stellar serta tidak menemukan bukti keterlibatan langsung dalam aktivitas perusahaan. Dokumen juga mencatat Epstein sebagai investor awal Coinbase dengan nilai investasi sekitar 3 juta dolar AS pada 2014 yang bersifat pasif.

Baca Juga:5 Fakta Jeffrey Epstein: Guru Matematika tanpa Ijazah Sarjana hingga Dugaan Agen Mossad

Secara keseluruhan, keterkaitan Epstein dengan kripto dinilai bersifat historis dan tidak langsung, sehingga tidak mengubah arsitektur atau keamanan jaringan yang tetap terdesentralisasi. Meski sempat memicu gejolak pasar dan penurunan kapitalisasi, pasar kripto pulih setelah tidak ditemukan bukti pengaruh jahat terhadap pengembangan inti.

Risiko yang lebih relevan dinilai berada pada aspek reputasi dan potensi pengawasan regulasi terhadap sumber pendanaan industri kripto. Namun, teknologi dan mekanisme konsensus jaringan seperti Bitcoin dinilai tetap berjalan independen, sehingga tidak ada indikasi kripto menjadi berbahaya secara fundamental akibat temuan dalam dokumen tersebut.

Topik Menarik