IMF Sangkal Kiamat Dolar AS Sudah Dekat, Yakin Masih Jadi Penguasa Dunia
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, menepis kekhawatiran akan berakhirnya dominasi dolar AS. Ia mengingatkan pelaku pasar untuk tidak terbawa oleh fluktuasi nilai tukar jangka pendek yang terjadi belakangan ini.
"Saya tidak melihat adanya perubahan peran dolar dalam waktu dekat," ujar pimpinan IMF tersebut kepada Bloomberg dalam sebuah wawancara dikutip dari Seeking Alpha, Rabu (11/2/2026).
Baca Juga:Petrodolar Tergerus, 20 Transaksi Minyak Global Beralih ke Mata Uang Lokal
Georgieva menegaskan bahwa fondasi dolar AS tetap kuat. Ia menyoroti kedalaman dan likuiditas pasar modal Amerika Serikat, skala ekonominya, serta semangat kewirausahaan sebagai faktor utama yang menopang peran global mata uang itu.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah pelemahan nilai dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, yang turun sekitar 10 dalam setahun terakhir. Pelemahan ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya kekhawatiran atas kondisi fiskal AS dan menurunnya tingkat kepercayaan terhadap Presiden Donald Trump.Meski ada laporan bahwa regulator China mendesak bank-bank untuk membatasi eksposur terhadap surat utang AS, data menunjukkan pengaruhnya terbatas. Kepemilikan China atas utang Treasury AS kini kurang dari 2 dari total yang beredar, jauh menurun dibandingkan satu dekade lalu.
Baca Juga:Israel Melobi AS untuk Cegah Penjualan Jet Tempur Siluman F-35 ke Arab Saudi
Georgieva juga melihat sisi positif dari pelemahan dolar bagi perekonomian global. Ia mencatat hal itu dapat meringankan beban utang berbasis dolar bagi banyak negara berkembang dan menurunkan biaya pinjaman. IMF menilai laporan tentang "kiamat dolar" sebagai sebuah keberlebihan. Georgieva mengajak semua pihak untuk melihat faktor fundamental yang membuat dolar AS tetap menjadi mata uang utama dalam sistem keuangan internasiona










