Purbaya Tak Terima Outlook Rating Utang Indonesia Dipangkas Jadi Negatif

Purbaya Tak Terima Outlook Rating Utang Indonesia Dipangkas Jadi Negatif

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 6 Februari 2026 - 13:51
share

Menteri Keuangan atau Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa merespons pandangan lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Ratings terkait kondisi fiskal Indonesia. Purbaya menegaskan, bahwa fundamental ekonomi nasional saat ini menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah (rebound) yang kuat, sehingga kekhawatiran mengenai penurunan peringkat (downgrade) dinilai tidak memiliki dasar yang kuat.

Seperti diketahui sebelumnya Moody's Rating mempertahankan rating utang Indonesia Baa2, meski begitu outlook dipangkas dari stabil menjadi negatif. Sementara itu Menkeu Purbaya meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi yang menyentuh angka 5,39 pada kuartal IV 2025 merupakan bukti nyata kebijakan pemerintah berada di jalur benar.

"Biar aja seperti itu, yang jelas ekonomi kita sudah berbalik arah, lebih cepat daripada sebelumnya. Ke depan akan membaik juga, lebih bagus lagi, saya pikir pertumbuhan akan lebih cepat. Nanti saya pikir pelan-pelan Moody’s akan melihat apa yang terjadi di sini dengan lebih fair," ujar Purbaya usai Sidang Terbuka Satgas Debottlenecking, Jumat (6/2/2026).

Baca Juga: Ramalan Purbaya Meleset Soal Pertumbuhan Ekonomi, Capai 5,11 Disebut Lumayan

Purbaya membantah adanya risiko penurunan peringkat kredit Indonesia. Menurutnya, rasio defisit Indonesia masih jauh lebih sehat dibandingkan negara-negara lain.

Bendahara Negara ini justru menargetkan prospek peningkatan peringkat (upgrade) di masa depan jika pertumbuhan ekonomi mampu mencapai level 6. Baca Juga: Purbaya: Ekonomi Indonesia Solid, Lebih Unggul dari Banyak Negara

"Alasannya nggak terlalu kuat untuk downgrade. Justru kita harusnya nanti pelan-pelan akan ada prospek upgrade, mungkin setelah akhir tahun ketika ekonomi kita tumbuh 6 persen atau lebih. Jadi saya akan fokus memperbaiki fundamental ekonomi saja," tegasnya.

Mengenai kehadiran BPI Danantara yang turut menjadi perhatian lembaga pemeringkat, Purbaya memilih untuk tidak berkomentar terlalu dalam. Namun ia melihat potensi positif dari pembentukan badan tersebut sebagai motor penggerak BUMN agar lebih kompetitif.

"Biarkan Danantara yang menjelaskan. Harusnya sih arahnya bagus. Karena itu BUMN dibuat bertindak seperti private sector. Harusnya sih bagus. Ini masih baru kan, orang baru melihat. Tapi setelah nanti berjalan, saya pikir akan positif dampaknya," jelasnya.

Dengan demikian, Purbaya tetap optimisme bahwa Moody’s akan menyesuaikan penilaian mereka setelah melihat data pertumbuhan ekonomi terbaru yang solid. Ia yakin Indonesia berhasil membalikkan arah ekonomi dengan biaya fiskal yang relatif minimum.

Topik Menarik