Bursa Sepekan Cetak Rekor: IHSG All Time High di 9.075, Market Cap Tembus Rp16.512 Triliun
IDXChannel - Pasar modal Indonesia mencatatkan performa gemilang pada perdagangan pekan kedua Januari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis baru dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah (All Time High/ATH) di 9.075.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengonfirmasi pencapaian historis tersebut yang dibarengi dengan lonjakan nilai pasar perusahaan-perusahaan tercatat.
"Kamis (15/1/2026), IHSG dan kapitalisasi pasar bursa kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa masing-masing pada level 9.075,406 dan Rp16.512 triliun," tulis Kautsar dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (16/1/2026).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 12–15 Januari 2026, IHSG mengalami peningkatan sebesar 1,55 persen dan ditutup pada level 9.075,406, naik signifikan dari posisi pekan lalu di level 8.936,754.
Peningkatan tertinggi pekan ini terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa yang tumbuh 3,87 persen menjadi Rp32,68 triliun per hari. Kapitalisasi pasar BEI juga terkerek naik 1,29 persen menjadi Rp16.512 triliun.
Meski demikian, volume dan frekuensi transaksi harian mengalami sedikit koreksi masing-masing sebesar 2,68 persen dan 3,24 persen.
Investor asing terpantau masih sangat optimistis dengan mencatatkan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp947,45 miliar pada perdagangan Kamis (15/1/2026).
Secara akumulatif, sepanjang 2026, investor asing telah membukukan beli bersih sebesar Rp7,30 triliun.
Dari pasar surat utang, BEI mencatatkan satu instrumen baru yakni Obligasi Berkelanjutan V Chandra Asri Pacific Tahap I Tahun 2025 milik PT Chandra Asri Pacific Tbk pada Rabu (14/1).
Obligasi dengan nilai pokok Rp1,5 triliun tersebut menyandang peringkat idAA- dari PEFINDO. Dengan pencatatan ini, maka total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang 2026 mencapai 7 emisi dari 6 emiten dengan nilai total Rp218,90 triliun.
Hingga saat ini, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 665 emisi dengan nilai outstanding sebesar Rp542,85 triliun dan USD134,01 juta.
Proyek Infrastruktur Pemerintah Pakai Produk Dalam Negeri demi Target Pertumbuhan Ekonomi 8
Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di Bursa mencapai 190 seri dengan nominal fantastis sebesar Rp6.484,29 triliun serta USD352,10 juta.
(Febrina Ratna Iskana)









