Loading...
Loading…
Erick Thohir Dorong Pemimpin Muda Ambil Bagian dalam Transformasi BUMN

Erick Thohir Dorong Pemimpin Muda Ambil Bagian dalam Transformasi BUMN

Powered by BuddyKu
Ekonomi | Indozone | Jumat, 30 September 2022 - 16:03

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong para pemimpin muda untuk mengambil bagian dan berperan dalam proses transformasi yang sudah dibangunnya dalam tiga tahun terakhir di BUMN menuju Indonesia maju pada 2045.

Ajakan itu disampaikan Erick Thohir saat menjadi pembicara dalam "BUMN Next Gen, Built Up Future Leader", Rabu 28 September 2022.

"Saya dorong leadership-leadership muda untuk menjadi bagian dari proses transformasi ini. Kenapa? karena Menteri BUMN dua tahun lagi habis. Artinya apa? Pasti ada pergantian. Karena itu, investasi di human capital, generasi muda, pimpinan muda dengan road map yangg jelas itu menjadi prioritas BUMN untuk bisa hidup, sustain. Bukan menjadi dinosaurus," kata Erick Thohir pada bagian akhirpemaparannya itu.

Dalam presentasinya, Erick Thohir menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara besar dan kaya sumber daya alam. Secara demografi juga mayoritas penduduk Indonesia saat ini berusia di bawah 35 tahun.

Sejalan dengan itu, pertumbuhan kelas menengah juga terjadi secara luar biasa. Erick Thohir juga mengungkapkan bahwa hingga 2045, ekonomi Indonesia akan tumbuh secara konsisten 5%. Dengan pertumbuhan seperti itu, maka Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi tebesar nomor empat di dunia pada 2045.

Menghadapi pertumbuhan yang luar biasa itu, Erick Thohir mendorong para pemimpin muda, generasi muda untuk berbuat sesuatu dan mengambil bagian dalam proses pertumbuhan tersebut.

Erick
Erick Thohir aktif dalam transformasi BUMN (Istimewa)

Pemerintah sendiri, lanjut Erick Thohir, minimal melakukan empat hal dalam menjaga dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang konsisten tersebut. Pertama, jelas Erick Thohir, pemerintah melakukan hilirisasi sumber daya alam untuk menjadi sumber industrialisasi baru.

Dicontohkan, bagaimana pemerintah membuat kebijakan seluruh hasil nikel kita harus produksi sendiri di dalam negeri. Perusahaan-perusahaan asing bisa diajak kerja sama untuk hilirisasi tersebut di Indonesia. Proses industrialisasi di sektor kelistrikan juga terus didorong Erick Thohir guna mengurangi impor BBM.

Kedua, pemerintah menggalakkan apa yang disebut Erick Thohir ekonomi digital. Potensi ekonomi digital Indonesia sangat besar. Pada 2030, atau delapan tahun lagi, Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Ketiga, lanjut Erick Thohir, bagaimana menciptakan rantai pasok baru di dalam negeri ketika rantai pasok atau supply chain dunia terganggu oleh perang Rusia vs Ukraina. Artinya, Indonesia harus mampu menjadi lumbung pangan untuk Indonesia sendiri dan negara lain. Sebab Indonesia ini negara yang besar dan sangat luas.

Keempat, Erick Thohir juga menggalakkan industri kreatif Indonesia, baik musik, film, maupun kuliner. Indonesia, kata Erick Thohir, tidak boleh kalah dari Korea dan Jepang, yang sukses mengekspor industri kreatif dan kulinernya ke luar negeri, termasuk ke Indonesia. Padahal Indonesia juga memiliki suku, bahasa, dan budaya yang begitu kaya.

"Kalau Korea bisa, kenapa kita tidak bisa. Suku kita banyak, bahasa kita banyak. Budaya kita luar biasa. Ini kekayaan-kekayaan kita," tegas Erick Thohir.

Untuk itu, Erick Thohir menekankan pentingnya peran BUMN dalam menciptakan ekosistem di keempat bidang itu. BUMN, kata Erick Thohir, menjadi core atau intinya dan menjadi tulang punggung dalam penciptaan ekosistem. Sebab dua per tiga ekonomi Indonesia digerakkan oleh BUMN. Tanpa ekosistem yang baik, apa yang telah digagas sulit juga terwujud.

Erick Thohir lalu memberi contoh tentang keberhasilannya menciptakan ekosistem UMKM di Sarinah. Sekarang Sarinah menjadi etales bukan hanya untuk produk-produk UMKM, tetapi juga untuk industri kreatif lainnya seperti musik dan seni karena selalu ada pertunjukan musim di Sarinah. Gerakan-gerakan seperti ini harus diperbanyak dan diperluas.

Artikel Menarik Lainnya:

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{