Mengenal Yudistiro Pranoto, Jurnalis iNews yang Hilang saat Liputan Erupsi Anak Krakatau

Mengenal Yudistiro Pranoto, Jurnalis iNews yang Hilang saat Liputan Erupsi Anak Krakatau

Berita Utama | inews | Rabu, 9 September 2026 - 16:30
share

JAKARTA, iNews.id - Yudistiro Pranoto, jurnalis iNews menjadi salah satu dari lima wartawan yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda sejak Senin 7 September. Hingga kini, Yudis-sapaan akrabnya bersama tujuh orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Yudis dikenal sebagai fotografer yang telah hampir dua dekade menggeluti dunia jurnalistik. Bergabung dengan redaksi iNews, Yudis banyak menghasilkan karya fotografi yang merekam berbagai peristiwa penting melalui sudut pandangnya.

Selama 19 tahun berkarier sebagai wartawan, Yudis dikenal memiliki ketajaman dalam menangkap momen. Foto-foto hasil bidikannya kerap menggambarkan cerita di balik sebuah peristiwa, bukan sekadar merekam kejadian.

Salah satu pesan yang pernah ditulis Yudis melalui akun media sosial pribadinya saat meliput aksi unjuk rasa pada 27 Agustus lalu kembali menjadi sorotan.

"Tidak ada berita seharganya nyawa," tulis Yudis dalam unggahan tersebut.

Pesan itu menggambarkan bagaimana Yudis menempatkan keselamatan sebagai hal utama saat menjalankan tugas jurnalistik di lapangan.

Selain dikenal melalui karya fotografi, Yudis juga memiliki sejumlah hobi di luar aktivitas jurnalistik. Dia dikenal menyukai kegiatan di alam terbuka, mulai dari memancing di laut hingga berolahraga bersama keluarga dan rekan sesama jurnalis.

Pengalaman panjangnya sebagai fotografer membuat Yudis terbiasa menghadapi berbagai situasi saat berada di lapangan.

Kali ini, Yudis bersama empat jurnalis lainnya berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk mendokumentasikan aktivitas erupsi gunung api tersebut.

Kelima jurnalis yang berada dalam speedboat tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance. Selain lima wartawan, terdapat tiga kru kapal yang turut berada dalam perjalanan tersebut.

Rombongan diketahui berangkat dari wilayah Anyer atau Pantai Carita menuju kawasan Gunung Anak Krakatau menggunakan kapal cepat. Dalam perjalanan tersebut, komunikasi dengan rombongan kemudian terputus. Tim SAR gabungan hingga kini masih melakukan pencarian di sekitar perairan Selat Sunda.

Pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur perjalanan speedboat, termasuk kawasan Pulau Sebesi dan sekitar Gunung Anak Krakatau. Berbagai unsur dikerahkan dalam operasi pencarian, mulai dari Basarnas, kepolisian, TNI, hingga tim gabungan lainnya hingga Rabu (9/9/2026). 

Harapan besar masih tertuju agar Yudis bersama tujuh orang lainnya segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Topik Menarik