Rosan Ungkap Skema Warga Usia 17 Tahun Otomatis Punya Rekening: BRI Nasional, BSI Khusus Aceh
JAKARTA, iNews.id - CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani mengungkap skema pembukaan rekening bank bagi masyarakat Indonesia yang telah berusia 17 tahun. Khusus di Aceh, pembukaan rekening akan dilakukan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI).
Rosan mengatakan Bank Rakyat Indonesia (BRI) akan menjadi bank yang melayani pembukaan rekening di seluruh wilayah Indonesia. Sementara itu, BSI secara khusus akan menangani pembukaan rekening bagi masyarakat di Aceh.
"Iya emang sudah BRI dan BSI memang dari manajemennya juga sudah berkoordinasi untuk melakukan rencananya, agar akselerasi dari pembukaan rekening di seluruh Indonesia melalui BRI, dan untuk Aceh itu khusus dengan BSI bisa terlaksana dengan secepatnya," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (9/9/2026).
Meski demikian, Rosan menyebut mekanisme secara terrinci terkait kebijakan tersebut masih dalam tahap perancangan. Pemerintah juga belum menetapkan waktu penerapannya.
"Nanti mekanismenya lagi dirancang segera kok," katanya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan rekening tersebut akan dimiliki secara otomatis oleh warga negara Indonesia yang telah berusia 17 tahun dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Rekening akan terhubung dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas inklusi keuangan nasional.
"Begitu mereka usianya 17 tahun langsung otomatis dikasih KTP dan dikasih rekening koran," kata Airlangga dalam Simposium Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Selasa (8/9/2026).
Selain pembukaan rekening secara otomatis, pemerintah juga menyiapkan saldo awal sebesar Rp50 ribu untuk setiap rekening. Saldo tersebut dipastikan tidak akan terpotong biaya administrasi maupun biaya lainnya.
Airlangga mengatakan pemerintah akan menyiapkan aturan khusus bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar saldo awal tersebut tetap utuh di rekening penerima.
Rekening tersebut nantinya tidak hanya digunakan untuk menyimpan dana. Pemerintah juga akan memanfaatkannya sebagai sarana penyaluran berbagai program, termasuk bantuan sosial (bansos) secara langsung kepada masyarakat.
Dengan rekening yang terhubung dengan data kependudukan, penyaluran bantuan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, tepat sasaran, dan efisien.
Selain itu, rekening tersebut akan terintegrasi dengan sistem pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), fasilitas QRIS akan tersedia secara otomatis tanpa dikenakan biaya merchant discount rate (MDR).
"Ada payment system QR otomatis tersedia. QR tidak minta discount. Jadi nol biaya untuk para pedagang. Diharapkan kalau dengan demikian ini akan mendorong UMKM dan juga perekonomian syariah," ujar Airlangga.









