Cegah Hantavirus Masuk Indonesia, Kemenkes Gercep Perkuat Skrining!

Cegah Hantavirus Masuk Indonesia, Kemenkes Gercep Perkuat Skrining!

Berita Utama | inews | Kamis, 7 Mei 2026 - 14:47
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya hantavirus ke Indonesia setelah outbreak di kapal pesiar MV Hondius menghebohkan dunia.

Pemerintah pun bergerak cepat dengan menyiapkan berbagai langkah pencegahan, mulai dari surveillance ketat hingga persiapan alat skrining Hantavirus seperti rapid test dan PCR.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memantau perkembangan penyebaran virus tersebut.

“Ini virus yang lumayan berbahaya, jadi kami sudah koordinasi dengan WHO. Kami minta ke WHO untuk bisa lakukan screeningnya," kata Budi di Kantor Kementerian Kesehatan, Kamis (7/5/2026).

Menurut Menkes Budi, berdasarkan laporan sementara, penyebaran hantavirus saat ini masih terkonsentrasi di kapal pesiar MV Hondius dan belum menyebar luas ke berbagai negara.

Meski begitu, pemerintah tetap melakukan langkah antisipasi agar Indonesia tidak kecolongan apabila sewaktu-waktu muncul kasus impor dari luar negeri.

Salah satu strategi utama yang disiapkan Kemenkes yakni memperkuat sistem skrining kesehatan.

"Yang kami lakukan, mempersiapkan agar (alat) screening-nya kami punya, apakah itu dalam bentuk rapid test kayak Covid-19 dulu maupun reagen-reagen yang digunakan di mesin PCR," ujarnya.

Selain itu, Kemenkes kini fokus memperketat surveillance atau pengawasan kesehatan untuk mendeteksi kemungkinan kasus sejak dini.

"Jadi sekarang kami masih fokus ke surveillance supaya kalau ada apa-apa, bisa cepat tahu," tutur Budi.

Hantavirus merupakan virus yang dibawa hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Penularan paling umum terjadi melalui urine, kotoran, atau air liur tikus yang terhirup manusia dalam bentuk partikel udara.

Virus ini dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru dan ginjal dengan tingkat fatalitas cukup tinggi.

Outbreak di kapal pesiar MV Hondius menjadi perhatian global karena diduga melibatkan Andes virus, salah satu strain hantavirus yang diketahui bisa menular antarmanusia dalam kontak dekat.

Meski demikian, WHO menilai risiko hantavirus menjadi pandemi global masih rendah karena penyebarannya tidak semudah COVID-19.

Kemenkes pun mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari paparan tikus maupun area yang terkontaminasi.

Topik Menarik