Apa Itu Hantavirus? Virus Mematikan yang Gegerkan Dunia!
JAKARTA, iNews.id - Dunia kesehatan internasional tengah dibuat waspada setelah muncul outbreak Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di kawasan Antartika. Menjadi pertanyaan sekarang, apa itu Hantavirus?
Virus yang selama ini tergolong langka itu kembali menjadi sorotan, karena diduga menyebabkan sejumlah kematian. Fakta mengejutkan, menurut beberapa ahli terjadi penularan terbatas Hantavirus antarmanusia.
Dengan demikian, Hantavirus dapat dikatakan sangat berbahaya saat ini. Jika semakin menyebar luas, bukan tidak mungkin virus mematikan ini bisa menjadi ancaman baru masyarakat global.
Agar Anda lebih waspada dengan Hantavirus, berikut ini beberapa informasi penting terkait Hantavirus, mulai dari keparahan virus hingga gejala jika terpapar.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus merupakan kelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Virus ini dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia, terutama menyerang paru-paru dan ginjal dengan tingkat fatalitas yang cukup tinggi.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), penularan Hantavirus paling sering terjadi melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terkontaminasi virus. Saat partikel tersebut mengering lalu terhirup manusia, infeksi dapat terjadi.
Seseorang juga berisiko tertular ketika membersihkan gudang, rumah kosong, loteng, atau area yang dipenuhi tikus tanpa menggunakan perlindungan seperti masker dan sarung tangan.
Hantavirus sendiri terbagi dalam dua kelompok penyakit utama. Pertama, Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS) yang banyak ditemukan di kawasan Amerika dan dikenal paling mematikan.
Apa gejala Hantavirus yang harus diwaspadai? Simak pembahasannya di sini.
Gejala Infeksi Hantavirus
Gejalanya diawali demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, hingga kelelahan. Namun dalam beberapa hari, kondisi pasien bisa memburuk dengan cepat menjadi sesak napas berat akibat paru-paru dipenuhi cairan.
WHO mencatat tingkat kematian HPS dapat mencapai 38 hingga 50 persen.
Jenis kedua adalah Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang lebih sering ditemukan di Asia dan Eropa. Penyakit ini menyerang ginjal dan dapat memicu perdarahan, tekanan darah rendah, hingga gagal ginjal akut.
Fatalitas HFRS umumnya lebih rendah dibanding HPS, tergantung jenis strain virus yang menginfeksi.
Wabah Virus Mematikan Hantavirus di Kapal Pesiar
Yang membuat Hantavirus kembali menghebohkan dunia adalah outbreak di kapal pesiar MV Hondius. Sedikitnya tiga orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah penumpang lainnya masih menjalani observasi dan perawatan.
WHO juga telah mengonfirmasi adanya kasus positif di Swiss yang berkaitan dengan kapal tersebut. Otoritas kesehatan internasional kini melakukan pelacakan kontak lintas negara karena penumpang berasal dari berbagai wilayah dunia.
Para ahli menduga outbreak ini melibatkan Andes Hantavirus, salah satu strain hantavirus yang langka karena memiliki kemampuan menular dari manusia ke manusia. Meski demikian, penularan biasanya hanya terjadi dalam kontak sangat dekat dan berkepanjangan.
Berbeda dengan Covid-19, WHO menilai risiko hantavirus menjadi pandemi global masih rendah karena sebagian besar strain tidak mudah menyebar antarmanusia.
Belum Ada Vaksin untuk Hantavirus
Hingga kini belum ada vaksin maupun obat antivirus khusus untuk Hantavirus. Penanganan pasien umumnya dilakukan dengan perawatan intensif, bantuan oksigen, hingga ventilator jika terjadi gagal napas.
Karena itu, deteksi dini menjadi faktor penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
Untuk mencegah infeksi Hantavirus, masyarakat disarankan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus. Area yang terkontaminasi sebaiknya dibersihkan menggunakan disinfektan dan tidak disapu dalam kondisi kering agar virus tidak beterbangan di udara.










