Hasil Survei, Kejagung Jadi Lembaga Hukum Paling Dipercaya Anak Muda
Kejaksaan Agung (Kejagung) menjadi lembaga hukum yang paling dipercaya anak muda. Korps Adhyaksa mengukuhkan posisinya sebagai institusi negara yang paling dipercaya oleh generasi muda Indonesia pada awal 2026.
Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis GoodStats, Kejagung memimpin di peringkat pertama dengan tingkat kepuasan mencapai 60,3, melampaui institusi besar lainnya seperti TNI dan Mahkamah Agung (MA). Pencapaian ini menandai tonggak sejarah baru dalam perjalanan reformasi birokrasi di tubuh Korps Adhyaksa.
Baca juga: Survei Membuktikan Kejagung Lembaga Penegak Hukum Paling Dipercaya Publik
Keberhasilan Kejagung menempati urutan teratas mencerminkan apresiasi tinggi dari Gen Z dan milenial terhadap kinerja institusi dalam penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan. Adapun dominasi di tengah institusi negara dalam infografis yang dirilis, Kejagung (60,3) berhasil mengungguli TNI yang berada di posisi kedua dengan 58,4 dan Mahkamah Agung (MA) di posisi ketiga dengan 57,7.
Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran pandangan generasi muda yang kini cenderung lebih menaruh kepercayaan pada lembaga independen yang berfokus pada aksi nyata penegakan hukum. "Data ini menunjukkan bahwa anak muda Indonesia sangat menghargai integritas dan keberanian dalam mengusut kasus-kasus besar. Kejaksaan Agung dinilai mampu menjawab ekspektasi publik akan hukum yang tidak tajam ke bawah, tapi juga tegas ke atas," tulis GoodStats, Rabu (6/5/2026).Peningkatan kepercayaan ini bukanlah hasil instan. Jika dibandingkan dengan data indikator politik pada Januari 2025 di mana Kejagung berada di angka 79 kepercayaan publik secara umum, konsistensi Kejagung dalam menjaga marwah institusi di mata anak muda pada kuartal pertama 2026 ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi dan keterbukaan informasi yang dijalankan sangat efektif.
Generasi muda yang dikenal kritis terhadap isu korupsi dan keadilan sosial memberikan rapor hijau bagi Kejagung. Hal ini juga sejalan dengan catatan tren bahwa anak muda saat ini cenderung lebih percaya pada lembaga non-politik dengan tingkat kepuasan umum di kisaran 70-76.
Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi Kejagung untuk terus berinovasi. Fokus pada penanganan kasus korupsi kakap, pemberantasan mafia tanah, hingga pendekatan restorative justice yang humanis menjadi alasan kuat mengapa Kejagung kini menjadi wajah penegakan hukum yang diharapkan oleh masa depan bangsa.
Dengan meraih skor 60,3, Kejagung membuktikan bahwa institusi hukum bisa menjadi sangat relevan dan dicintai oleh anak muda jika dijalankan dengan integritas tinggi dan dedikasi tanpa henti bagi keadilan.










