Sampah di Jabodetabek Meningkat usai Idulfitri, Pembangunan PSEL Harus Dipercepat
Lonjakan volume sampah terjadi di Jabodetabek setelah libur panjang Idulfitri 1447 H. Di sejumlah kawasan, sampah terlihat menumpuk di permukiman, Tempat Penampungan Sementara (TPS), hingga ruang terbuka publik.
Peningkatan ini dipicu tingginya aktivitas konsumsi masyarakat selama Lebaran, terutama dari limbah rumah tangga dan kemasan sekali pakai. Kondisi tersebut kembali menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang belum tertangani secara optimal.
Pemilahan dari sumber masih terbatas, kapasitas pengangkutan belum sebanding dengan volume timbulan, sementara fasilitas pengolahan masih minim. Dampaknya, sebagian besar sampah tetap berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menambah tekanan terhadap lingkungan.
Baca juga: Prabowo Panggil Rosan dan Purbaya, Perintahkan Percepatan Waste to Energy
Secara nasional, persoalan ini juga tercermin dari tingginya timbulan sampah setiap tahun. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mencatat timbulan sampah Indonesia mencapai sekitar 26 juta ton per tahun. Sebagian besar masih ditangani melalui penimbunan di TPA, bahkan di beberapa daerah masih menggunakan metode open dumping yang berpotensi mencemari lingkungan.
Lihat video: Prabowo Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Energi
Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Prabu Peduli Lingkungan Rido Satriyo menilai percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Jabodetabek perlu segera direalisasikan.
"PSEL dapat menjadi solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan pada penimbunan sampah sekaligus memanfaatkan sampah sebagai sumber energi," ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Rido menegaskan pelaksanaan proyek PSEL harus dilakukan secara transparan dan akuntabel dengan pengawasan ketat. Rido juga menekankan pentingnya pengendalian emisi dalam operasional PSEL, penguatan edukasi pemilahan sampah dari sumber, serta penertiban TPS liar di wilayah Jabodetabek.
"Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan," katanya.










