TNI-Polri Serbu Markas KKB di Nabire Papua, Baku Tembak Pecah Tengah Malam

TNI-Polri Serbu Markas KKB di Nabire Papua, Baku Tembak Pecah Tengah Malam

Berita Utama | inews | Senin, 2 Maret 2026 - 12:55
share

NABIRE, iNews.id - Kontak senjata pecah antara aparat gabungan TNI-Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terjadi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Minggu (1/3/2026) tengah malam sekitar pukul 22.40 WIT. Baku tembak berlangsung saat aparat melakukan upaya penegakan hukum terhadap DPO yang mengaku sebagai Panglima Kodap III D, Dulla Aibon Kogoya.

Operasi tersebut melibatkan Satgas Koops Habema, Satgas Rajawali dan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026. Saat personel gabungan mendekati lokasi markas persembunyian, kelompok bersenjata melakukan perlawanan sehingga terjadi kontak tembak.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Yusuf Sutejo menegaskan langkah penindakan itu merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin keamanan masyarakat.

“Ini merupakan komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat ketika terjadi aksi-aksi kekerasan. TNI-Polri tidak akan tinggal diam. Kami akan terus melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap para pelaku kelompok kriminal bersenjata hingga mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” ujar Kombes Yusuf, Senin (2/3/2026).

Setelah baku tembak berlangsung beberapa waktu, kelompok tersebut dilaporkan melarikan diri meninggalkan markas yang selama ini mereka kuasai. Aparat kemudian berhasil menguasai lokasi dan melakukan penggeledahan.

Dari lokasi, petugas mengamankan 561 butir amunisi berbagai kaliber untuk senjata laras panjang maupun pendek. Selain itu, ditemukan 10 magazin senjata api jenis SS1 dan AK-101.

Aparat gabungan juga menyita 12 unit telepon genggam, lima unit handy talky (HT) serta uang tunai sebesar Rp79.900.000.

Temuan lain yang menjadi perhatian adalah dua unit telepon genggam yang diduga milik korban aksi kekerasan sebelumnya. Satu di antaranya diduga milik anggota Brimob Batalion C yang gugur dalam penyerangan tahun lalu. Sementara satu lainnya diduga milik petugas keamanan dalam kasus pembakaran pos pengamanan PT Kristalin di Nabire beberapa pekan lalu.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Brigjen Faizal Ramadhani mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan jangan terpengaruh informasi yang belum resmi. Aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap siapapun yang berupaya membuat kekacauan dan mengganggu stabilitas keamanan. Penegakan hukum ini semata-mata untuk melindungi masyarakat dan menjaga ketertiban,” ujarnya.

Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi guna memastikan situasi benar-benar aman sekaligus memburu para pelaku yang melarikan diri. Operasi penegakan hukum disebut akan terus dilakukan secara terukur dan profesional demi menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua.

Topik Menarik