TNI Pastikan 11 Bandara Papua Aman dan Segera Beroperasi

TNI Pastikan 11 Bandara Papua Aman dan Segera Beroperasi

Berita Utama | okezone | Senin, 2 Maret 2026 - 18:30
share

JAYAPURA – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi memastikan 11 bandara perintis di tiga wilayah Papua kini telah diamankan sepenuhnya oleh TNI.

Sebelumnya, bandara-bandara tersebut ditutup oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada 16 Februari 2026 pascagangguan keamanan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau TPNPB-OPM.

Langkah ini dinilai sebagai bukti kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan wilayah sekaligus menjamin keselamatan masyarakat di Bumi Cenderawasih.

 

Bersama Panglima Komando Daerah Angkatan Udara (Pangkodau) III Marsda TNI Azhar Aditama Djojosugito, Bambang meninjau langsung sejumlah bandara perintis, salah satunya di Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

“Syukur alhamdulillah, pasukan TNI telah berada di seluruh bandara perintis dan memulihkan kondusivitas di tiga wilayah Papua, yakni Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah, yang sebelumnya ditutup oleh Kemenhub pada 16 Februari lalu,” ujar Bambang, Senin (2/3/2026).

 

Daftar Bandara yang Diamankan

Bandara yang kini dijaga 24 jam oleh TNI meliputi:

- Lapter Iwur, Teiraplu, dan Aboy di Papua Pegunungan

- Lapter Korowai Batu Bomakia, Yaniruma, dan Manggelum di Papua Selatan

- Lapter Beoga, Dagai, Fawi, dan Kapiraya di Papua Tengah

Pengamanan dilakukan secara terpadu untuk memastikan operasional penerbangan berjalan aman dan lancar.

Menurut Bambang, bandara perintis di Papua bukan sekadar infrastruktur transportasi udara. Di tengah kondisi geografis yang didominasi hutan lebat, pegunungan, dan perbukitan, bandara menjadi urat nadi kehidupan masyarakat—jalur vital distribusi logistik, pelayanan kesehatan, akses pendidikan, hingga mobilitas ekonomi warga pedalaman.

“Insya Allah, urat nadi kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan saudara-saudara kita di pelosok Papua akan kembali berdenyut. Bandara yang kami jamin kondusivitasnya ini segera dibuka untuk masyarakat,” tegasnya.

 

Dalam pelaksanaannya, TNI tidak hanya mengamankan area sekitar bandara, tetapi juga mendukung pelayanan lalu lintas udara melalui unsur Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU yang membantu pengaturan Air Traffic Controller (ATC).

Sinergi matra darat dan udara ini menunjukkan kesiapsiagaan TNI dalam menjaga objek vital nasional di wilayah rawan.

Kehadiran jenderal bintang tiga TNI di 11 bandara perintis tersebut menjadi sinyal bahwa negara tidak tinggal diam terhadap setiap ancaman yang mengganggu keselamatan rakyat dan stabilitas pembangunan di Papua.

Selain itu, sambutan hangat tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pemuka agama di sekitar Bandara Perintis Manggelum mencerminkan harapan besar terhadap pulihnya konektivitas udara.

Bandara bukan hanya landasan pacu pesawat, tetapi juga jembatan harapan, rantai suplai ekonomi, dan simbol keberlanjutan pembangunan di wilayah terluar Indonesia.

Dengan pengamanan penuh dari TNI dan dukungan seluruh elemen masyarakat, 11 bandara perintis tersebut diyakini segera kembali beroperasi normal. Konektivitas udara di Papua diharapkan tetap terjaga demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat persatuan nasional, serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

“Insya Allah, bandara perintis akan kembali dibuka untuk melayani masyarakat Papua. Bersama seluruh elemen bangsa di Bumi Cenderawasih, mari kita jaga dan rawat bandara perintis sebagai simbol kedaulatan, kemajuan, dan kemakmuran Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Bambang.

Topik Menarik