Paus Leo XIV Memulai Lawatan 12 Hari di Amerika Selatan, Uruguay Negara Pertama Disinggahi
MONTEVIDEO, iNews.id - Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Leo XIV, memulai kunjungan selama 12 hari di Amerika Selatan setelah tiba di Uruguay pada Jumat (6/11/2026) waktu setempat. Perjalanan ini menjadi lawatan luar negeri pertamanya setelah menjalani operasi pengangkatan tumor kanker paru-paru pada 13 Oktober lalu.
Seperti dilansir dari Aljazeera, kedatangan Paus Leo disambut sekitar 30.000 orang di ibu kota Montevideo. Puluhan ribu warga memadati jalan dan menghadiri acara penyambutan resmi di Plaza Independencia. Presiden Uruguay Yamandu Orsi dan sejumlah pejabat pemerintah turut hadir dalam acara tersebut.
Meski menempuh penerbangan selama 13 jam dari Roma, Paus Leo yang berusia 71 tahun itu terlihat dalam kondisi bugar. Dia bahkan mengatakan kepada wartawan di pesawat kepausan bahwa kondisinya cukup baik dan bersyukur bisa melanjutkan perjalanan setelah mendapat izin dari tim medis.
Paus Leo turut memuji perkembangan Uruguay, termasuk keberhasilan negara tersebut beralih ke energi bersih. Namun, dia juga menyoroti persoalan kesehatan mental dan tingginya angka bunuh diri di negara itu, yang merupakan tertinggi di Amerika Latin.
Pengalaman menjalani operasi kanker membuat Paus Leo menekankan pentingnya akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Dia menyinggung banyak orang yang tidak memiliki kemampuan finansial untuk mendapatkan diagnosis penyakit secara tepat waktu.
Paus Leo juga mengingatkan pemerintah agar memberikan perlindungan kepada seluruh warga, mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia.
"Merupakan tanggung jawab semua orang untuk memastikan bahwa setiap orang dapat hidup bermartabat, menerima perawatan yang mereka butuhkan, dan didampingi hingga akhir hayatnya secara alami," kata Paus Leo.
Selama tur 12 hari, Paus Leo akan mengunjungi Uruguay, Argentina dan Peru. Di Uruguay, dia dijadwalkan mengunjungi kawasan yang rawan kekerasan geng serta memimpin misa. Sementara di Peru, yang menjadi negara terakhir dalam rangkaian kunjungannya hingga 17 November, Paus Leo akan mendatangi bekas wilayah pelayanannya sebagai misionaris selama hampir dua dekade.









