Ditangkap Bawa Senjata dekat Gedung Putih, Pria Venezuela Mengaku Dengar Bisikan Perintahkan Bunuh Trump

Ditangkap Bawa Senjata dekat Gedung Putih, Pria Venezuela Mengaku Dengar Bisikan Perintahkan Bunuh Trump

Terkini | okezone | Minggu, 8 November 2026 - 00:05
share

WASHINGTON — Seorang pria bersenjata lengkap yang mengaku mendengar suara-suara di kepalanya yang memerintahkannya untuk membunuh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah ditangkap di dekat Gedung Putih, menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) AS.

Tersangka, yang diidentifikasi sebagai warga negara Venezuela bernama Ronny Yordrix Guanipa Chirinos, ditahan pada Kamis (5/11/2026) malam setelah petugas Secret Service melihatnya berperilaku mencurigakan di dalam sebuah kendaraan yang terparkir di Constitution Avenue, Washington, DC.

Saat didekati oleh petugas, Chirinos dilaporkan mengatakan bahwa ia mendengar suara-suara yang menyuruhnya pergi ke ibu kota AS untuk membunuh Trump. Para agen kemudian menemukan bahwa kendaraan yang digunakannya telah dilaporkan sebagai barang curian dan ia membawa sejumlah senjata.

Pemeriksaan terhadap mobil tersebut mengungkap adanya senapan jenis AR-15, senjata api MAC-10, pistol Glock 43X, serta puluhan butir amunisi, menurut DHS. Foto-foto yang dirilis oleh pihak berwenang memperlihatkan senjata-senjata yang disita tersebut beserta sang tersangka.

Chirinos ditangkap atas berbagai tuduhan, termasuk pengangkutan senjata api secara ilegal, kepemilikan senjata dan amunisi yang tidak terdaftar, membawa pistol tanpa izin, pencurian, serta penggunaan kendaraan bermotor tanpa izin. Pihak berwenang belum mengumumkan dakwaan terpisah terkait upaya pembunuhan terhadap presiden.

DHS menyatakan bahwa tersangka melintasi perbatasan AS-Meksiko menuju Texas secara ilegal pada Maret 2024. Saat itu, ia sempat ditangkap oleh agen Patroli Perbatasan, namun kemudian dibebaskan untuk masuk ke wilayah AS di bawah pemerintahan mantan Presiden Joe Biden. Badan Penegak Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) telah mengajukan surat perintah penahanan (detainer) terhadap Chirinos, yang kini masih berada dalam tahanan US Marshals Service.

 

Direktur Secret Service, Sean Curran, menyebut insiden tersebut sebagai contoh meningkatnya bahaya yang ditimbulkan oleh individu bersenjata yang tertarik mendatangi kediaman presiden.

“Kami merasa khawatir dengan meningkatnya kasus-kasus ancaman yang terus bermunculan,” ujar Curran, sebagaimana dilansir RT. Dia berjanji untuk memperluas upaya dalam mengidentifikasi calon penyerang sebelum mereka tiba di Washington.

Dalam beberapa tahun terakhir, Trump telah menghadapi sejumlah upaya pembunuhan dan ancaman keamanan lainnya. Ia nyaris tewas dalam sebuah penembakan di acara kampanye di Butler, Pennsylvania, pada Juli 2024, saat sebutir peluru menyerempet telinganya. Dua bulan kemudian, seorang tersangka bersenjata lainnya ditangkap di dekat lapangan golf miliknya di Florida.

Penangkapan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan di Washington, di mana seorang pria lain ditahan awal pekan ini setelah diduga mengarahkan jarinya dengan gestur seolah menembak ke arah personel Garda Nasional di dekat Gedung Putih.

Topik Menarik