Tolak Konser Andrea Bocelli, Gabungan Ormas Islam Siapkan Konser Besar untuk Palestina

Tolak Konser Andrea Bocelli, Gabungan Ormas Islam Siapkan Konser Besar untuk Palestina

Terkini | inews | Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:13
share

JAKARTA, iNews.id - Gabungan elemen masyarakat sipil berencana menggelar konser berskala besar untuk menggalang dana bagi Palestina. Rencana tersebut muncul di tengah penolakan terhadap konser penyanyi Andrea Bocelli yang dijadwalkan berlangsung di Yogyakarta pada 31 Oktober dan Jakarta pada 3 November 2026.

Penolakan tersebut disuarakan sejumlah organisasi, yakni Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Koalisi Indonesia Bela Beitul Maqdis (KIBBM), dan Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID). Mereka menilai penggalangan dana untuk Palestina bisa dilakukan melalui kegiatan yang digagas langsung oleh masyarakat Indonesia.

Pembina GPCI, K.H. Bachtiar Nasir berharap pemerintah memberikan kesempatan kepada mereka untuk menggelar konser kemanusiaan tersebut. Dia bahkan mengusulkan agar konser itu dibuat lebih besar sebagai bentuk dukungan bagi rakyat Palestina.

“Sebetulnya saya sampaikan juga, saya berharap kita buat konser yang lebih besar untuk Palestina. Mungkin waktunya tidak cukup buat kita untuk melakukan konser yang sama dan agar emosi tidak tertumpah menjadi anarkisme, dan itu merugikan kita semua,” kata Bachtiar Nasir dalam konferensi pers di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026).

Menurut dia, konser yang direncanakan tersebut berpotensi mengumpulkan dana lebih besar untuk membantu masyarakat Palestina dibandingkan penggalangan dana melalui konser Andrea Bocelli. Dia juga menegaskan kegiatan itu tidak ditujukan untuk kepentingan bisnis.

“Kalau memang uang yang dihasilkan oleh Bocelli adalah dari rakyat Indonesia juga, maka saya kira kami orang Indonesia bisa lebih besar untuk memperolehnya. Dan kami tidak menghendaki bisnis di balik ini semua,” ujar dia.

Bachtiar juga mempertanyakan besaran dana yang nantinya benar-benar disalurkan untuk Palestina dari konser Andrea Bocelli. Sebab, menurut dia, penyelenggaraan konser tersebut juga melibatkan biaya operasional dan kepentingan pihak penyelenggara.

“Sementara Bocelli katanya mendatangkan ekonomi atau hasil dari konsernya, tapi jika uang dari kami juga, hasil tiket dan uang dari masyarakat Indonesia, saya juga tidak tahu pada akhirnya apakah lebih banyak yang keluar untuk kepentingan Bocelli dan penyelenggara atau untuk saudara-saudara kami di Gaza sana,” kata Bachtiar.

Dia mengatakan rencana konser penggalangan dana untuk Palestina tersebut masih dalam tahap perancangan. Pihaknya berharap pemerintah dapat memberikan izin dan dukungan agar kegiatan tersebut bisa terlaksana.

“Kami masih akan merancang seperti apa, dan semoga negara bisa berlaku adil dalam hal ini. Jangan sampai mereka diizinkan, jika ada teman yang ingin membuat konser itu kemudian dipersempit ruangnya,” ucap .

Bachtiar menegaskan, pihaknya ingin menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia juga memiliki kapasitas besar dalam menggelar kegiatan kemanusiaan untuk Palestina. Adapun pembahasan teknis mengenai rencana konser tersebut akan dilakukan bersama tim.

“Karena kami kira, kami lebih nasionalis daripada Bocelli, kami bisa lebih dari Bocelli dalam hal gerakan kemanusiaan. Jangan sampai negara bersifat tidak seimbang. Secara teknis nanti kami akan bicarakan dengan tim,” ujar Bachtiar Nasir.

Topik Menarik