Federasi Sepak Bola Belanda Dikabarkan Mulai Pagari Pemain Keturunan demi Cegah Pindah ke Timnas Indonesia
AMSTERDAM — Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) dikabarkan mulai mengambil langkah siaga terhadap gelombang perpindahan pemain keturunan yang memilih membela Timnas Indonesia. Kebijakan protektif ini muncul seiring semakin banyaknya talenta didikan akademi Belanda yang bersinar setelah memperkuat skuad Garuda.
Pengamat sepak bola nasional, Kesit Budi Handoyo, mengungkapkan bahwa KNVB mulai memperketat penjagaan terhadap para pemain muda mereka. Langkah tersebut diambil karena semakin banyak pemain berdarah Indonesia di Belanda yang memutuskan beralih membela Merah Putih di kancah internasional.
1. Kewaspadaan KNVB
Menurut Kesit, fenomena ini tidak lepas dari perjalanan karier para pemain yang sebelumnya sempat tersisih dari radar Timnas Belanda dan mampu bersinar saat memperkuat Timnas Indonesia.
"Padahal pemain-pemain itu ternyata, oke lah mungkin sebelumnya tidak punya potensi, kelihatan tidak punya potensi, kalah bersaing untuk masuk di tim nasional Belanda misalnya gitu kan," ujar Bung Kesit dalam program Morning Zone di akun YouTube official Okezone, dikutip Sabtu (31/10/2026).
Lebih lanjut, Bung Kesit menjelaskan bahwa hilangnya harapan menembus skuad senior Oranje membuat para pemain muda tersebut melirik opsi lain.
"Pada saat dia ada di tim junior, misalnya di U-19 gitu kan. Kemudian karirnya gak berkembang, upaya untuk, atau harapan untuk bisa masuk ke tim nasional senior, ternyata pupus, ya akhirnya pindah," tambahnya.
Meski sempat dinilai kurang bersaing di Belanda, para pemain tersebut justru menjelma menjadi pilar penting di klub-klub top Eropa setelah berseragam Timnas Indonesia. Sebut saja seperti Jay Idzes di Sassuolo, Kevin Diks di Borussia Monchengladbah, hingg Calvin Verdonk bersama LOSC Lille.
"Tapi ternyata kan ketika masuk di Indonesia, ya nama-nama sebut saja lah, Jay Idzes, Calvin Verdonk, kemudian Kevin Diks. Ini kan sekarang bersinar di klub-klub hebat Eropa, iya kan," sambung Kesit.
"Di Sassuolo ada Jay Idzes, di Lille ada Verdonk, kemudian Kevin Diks bersama Monchengladbach, walaupun saat ini Gladbach posisinya masih di bawah (klasemen Liga Jerman 2026-2027. Tapi kan mereka ternyata mantep di sana, gitu," jelasnya.
Menyadari potensi besar yang lepas ke Indonesia, KNVB akhirnya mengubah sikap untuk melindungi aset-aset muda mereka.
"Mungkin ya, mungkin ini yang kemudian membuat pemain-pemain keturunan Indonesia ada di belanda yang mulai tertarik dengan kita. KNVB pun pada akhirnya mencoba menjaga para pemain mudanya agar tak diambil lagi," imbuh Kesit.
2., Persiapan Menuju Piala Asia 2027
Di sisi lain, pergerakan Timnas Indonesia di bawah arahan pelatih kepala John Herdman juga terus menunjukkan progres agresif dalam memperkuat kedalaman skuad. Juru taktik asal Inggris itu memastikan akan ada sejumlah wajah baru yang merapat ke dalam tim dalam enam bulan ke depan guna menghadapi Piala Asia 2027.
"Kami akan menyambut beberapa pemain baru dalam enam bulan ke depan," kata John Herdman usai Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
3 Syarat Timnas Indonesia Lolos Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nomor 1 Butuh Bantuan Singapura!
Herdman menyebutkan bahwa proses pemantauan terus berjalan, termasuk mengharapkan kembalinya pilar-pilar penting seperti Mees Hilgers, Miliano Jonathans, dan Marselino Ferdinan yang sebelumnya sempat absen akibat cedera.
Sebagai bagian dari persiapan matang, Skuad Garuda dijadwalkan melakoni serangkaian laga uji coba penting sebelum turnamen akbar dimulai. Agenda uji coba tersebut menjadi krusial mengingat beratnya tantangan yang menanti di putaran final nanti.
Berdasarkan hasil undian Piala Asia 2027 yang akan berlangsung di Arab Saudi, Timnas Indonesia tergabung di Grup F bersama raksasa Asia Jepang, tuan rumah Qatar, serta sesama wakil Asia Tenggara, Thailand.









