Denny Indrayana Pernah Kirim Surat ke Sekolah Gibran di Singapura dan Australia, Cari Bukti Pendidikan
JAKARTA, iNews.id - Pemohon gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Denny Indrayana, mengaku pernah mengirim surat ke sekolah Gibran di Singapura dan Australia. Namun, dia tak mendapat bukti keabsahan pendidikan Gibran.
Hal itu diungkapkan Denny dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Babak Baru MK, Pembuktian Ijazah Gibran' di iNews, Selasa (29/9/2026). Mulanya, dia mengaku sempat bersurat ke sekolah Gibran di Singapura yakni Orchid Park Secondary School.
"Ya, saya memang berkirim surat ke sekolah Mas Gibran di Singapura ada dua. Orchid Park, Orchid Secondary Park. Kemudian saya berkirim surat juga ke MDIS. Ya. Itu dua-duanya tidak dibalas," ujar Denny.
Tak hanya itu, Denny telah mengirim surat ke lembaga pendidikan di Australia, UTS Insearch yang kini bernama UTS College. Lagi-lagi, surat permohonan permintaan bukti Gibran pernah mengenyam pendidikan di sana tidak didapat Denny.
"Dia mengatakan tidak bisa men-disclose informasi pendidikan Gibran karena ini data pribadi yang dilindungi oleh Privacy Act di Australia. Tiga kali saya coba, tiga kali mereka menjawab hal yang sama," ucap Denny.
Sebelumnya diberitakan, Denny Indrayana menegaskan gugatan PHPU Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK) bukan sekadar mempersoalkan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Denny, persoalannya lebih mendasar dari itu. Dia menjelaskan, setidaknya ada lima prinsip konstitusi yang dilanggar sehingga MK perlu masuk untuk menjaga konstitusi.
"Masalahnya tidak semata-mata soal memenuhi syarat atau tidak Gibran dengan pendidikannya, tidak semata itu," kata Denny.









