Harga Pangan 29 September 2026: Cabai Rawit Merah Nyaris Tembus Rp100.000 per Kg!
JAKARTA, iNews.id - Harga sejumlah bahan pangan pokok di pasar tradisional Indonesia bergerak relatif stabil pada Selasa (29/9/2026). Namun, harga cabai masih mengalami kenaikan, dengan cabai rawit merah menjadi komoditas yang mencatat lonjakan paling tinggi.
Mengutip data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per Selasa (29/9/2026), harga cabai rawit merah naik 3,96 menjadi Rp99.650 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada cabai merah keriting sebesar 2,29 menjadi Rp71.400 per kilogram.
Sementara itu, harga cabai merah besar meningkat 2 menjadi Rp58.650 per kilogram. Cabai rawit hijau turut naik 0,36 ke level Rp68.900 per kilogram.
Pergerakan berbeda terlihat pada sejumlah komoditas lainnya. Harga bawang merah ukuran sedang turun tipis 0,13 menjadi Rp37.350 per kilogram. Sebaliknya, bawang putih ukuran sedang naik 0,13 menjadi Rp39.050 per kilogram.
Pada kelompok beras, mayoritas harga tidak mengalami perubahan. Beras kualitas bawah II bertahan di Rp14.700 per kilogram, beras medium I Rp16.600 per kilogram, dan beras medium II Rp16.400 per kilogram.
Penurunan harga terjadi pada beras kualitas bawah I sebesar 0,67 menjadi Rp14.900 per kilogram. Beras kualitas super I juga turun 0,28 menjadi Rp17.900 per kilogram, sedangkan beras kualitas super II terkoreksi 0,29 menjadi Rp17.300 per kilogram.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi kualitas I turun 0,2 menjadi Rp152.600 per kilogram. Daging sapi kualitas II juga melemah 0,14 menjadi Rp143.300 per kilogram.
Harga telur ayam ras segar turun 0,17 menjadi Rp29.950 per kilogram. Sementara harga daging ayam ras segar tidak berubah dan tetap berada di level Rp42.150 per kilogram.
Pada komoditas gula, harga gula pasir premium turun 0,25 menjadi Rp20.350 per kilogram. Adapun gula pasir lokal tetap stabil di Rp19.150 per kilogram.
Sementara itu, harga minyak goreng curah tidak mengalami perubahan dan bertahan di Rp20.400 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek turun tipis 0,2 menjadi Rp24.350 per kilogram.
Berbeda dengan minyak goreng kemasan bermerek, harga minyak goreng kemasan bermerek II justru naik 0,21 menjadi Rp23.550 per kilogram.










