Bank Pelat Merah Hadapi Tekanan Margin, NIM Diproyeksi Menyusut hingga 20 Bps

Bank Pelat Merah Hadapi Tekanan Margin, NIM Diproyeksi Menyusut hingga 20 Bps

Terkini | idxchannel | Rabu, 16 September 2026 - 10:00
share

IDXChannel - Bank-bank Himbara atau pelat merah menghadapi tekanan terhadap profitabilitas seiring menyempitnya margin bunga.

Pertumbuhan kredit yang agresif, terutama ke badan usaha milik negara (BUMN) dan segmen dengan imbal hasil lebih rendah, menjadi salah satu penekan utama.

Analis S&P Global Ratings dalam laporan yang dikutip Dow Jones Newswires, Selasa (15/9/2026), menyebutkan, pertumbuhan kredit bank BUMN pada paruh pertama 2026 jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri.

Ekspansi tersebut terutama didorong oleh partisipasi bank dalam program ekonomi yang terkait dengan pemerintah serta peningkatan penyaluran kredit kepada BUMN.

Di sisi lain, kenaikan suku bunga domestik turut menekan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM).

Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga sebesar 100 basis poin (bps) sepanjang tahun ini untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah gejolak akibat konflik di Timur Tengah.

Kombinasi pertumbuhan kredit berimbal hasil rendah dan biaya dana yang meningkat berpotensi mempersempit ruang bank untuk mempertahankan margin.

S&P Global Ratings memperkirakan NIM bank-bank BUMN turun sekitar 10 hingga 20 basis poin dalam 12-18 bulan ke depan.

Tekanan margin tersebut menjadi perhatian karena ekspansi kredit yang cepat belum tentu diikuti peningkatan profitabilitas dengan laju yang sama. Bank perlu mengelola komposisi kredit dan biaya pendanaan di tengah perubahan kondisi suku bunga. (Aldo Fernando)

Topik Menarik