Sekolah Belum Pulih Pascagempa NTT, Siswa di Nagekeo Belajar di Tenda hingga Bawah Pohon
JAKARTA, iNews.id - Gempa susulan sebanyak 13.657 kali membuat sejumlah sekolah di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), belum sepenuhnya pulih. Siswa dan guru terpaksa menjalankan kegiatan belajar mengajar di ruang terbuka, tenda darurat hingga bawah pohon demi menjaga keselamatan.
Kondisi tersebut salah satunya terjadi di SMPN 5 Aesesa, Kelurahan Waekokak. Pascagempa, siswa belajar di lapangan menggunakan tenda seadanya. Bahkan, satu jenjang harus mengikuti pembelajaran di bawah pohon karena belum tersedia ruang yang layak dan aman.
"Kami belajarnya di ruangan, yang atapnya menggunakan pohon," ujar Quirinus Anjelo Senggo salah satu murid SMPN 5 Aesesa dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).
Situasi tersebut menjadi tantangan bagi sekolah untuk tetap menggelar pembelajaran di tengah ancaman gempa susulan. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada 08 September 2026 pukul 17.00 WIB, tercatat 13.657 gempa susulan.
Selain SMPN 5 Aesesa, kondisi serupa terjadi di TK Waemburug, Kelurahan Waekokak, dan SDN Natakupe, Kelurahan Rendutenoe.
Untuk menyediakan ruang belajar sementara, dua ruang Sekolah Darurat didirikan di SMPN 5 Aesesa. Satu ruangan difungsikan sebagai perpustakaan, sedangkan satu ruangan lainnya digunakan sebagai kelas.
Setelah ruang belajar sementara tersedia, siswa langsung memanfaatkannya untuk mengerjakan ujian. Mereka juga memperoleh edukasi mitigasi gempa bumi dengan materi yang disampaikan secara sederhana dan mudah dipahami.
"Kami ada nyanyi-nyanyi tentang ketika gempa kita harus melindungi kepala supaya bangunan tidak jatuh terkena kepala," ujar Anjelo.
Anjelo mengatakan keberadaan ruang belajar sementara membuat kegiatan belajar lebih nyaman di tengah kondisi pascagempa.










