Mitigasi Dampak El Nino, Prabowo Perintahkan Bantuan Beras Berlanjut hingga Desember
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran kementerian terkait untuk memperpanjang penyaluran bantuan pangan berupa beras hingga Desember 2026. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi dampak fenomena El Nino.
Perpanjangan bantuan pangan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat jaring pengaman sosial di tengah ancaman penurunan produktivitas pertanian dan potensi kenaikan harga komoditas pangan pokok.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah berupaya memastikan ketersediaan beras tetap mencukupi sekaligus menjaga daya beli masyarakat rentan di tengah perubahan musim tanam dan potensi terjadinya paceklik.
"Tadi kami membahas bersama Presiden terkait kesiapan menghadapi El Nino, antara lain program bantuan yang disiapkan untuk tahun ini termasuk bantuan beras yang sampai September itu 30 kilogram. Arahan Bapak Presiden, program ini dilanjutkan di bulan selanjutnya, yaitu Oktober, November, dan Desember," ujar Airlangga setelah mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Fenomena El Nino yang berpotensi menurunkan intensitas curah hujan menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi pemerintah. Kondisi tersebut dapat memengaruhi hasil panen dan produksi gabah kering giling (GKG) di sejumlah wilayah sentra produksi padi.
Gangguan cuaca juga berpotensi memengaruhi harga pangan di tingkat konsumen. Pemerintah karena itu perlu memastikan pasokan beras tetap tersedia untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.
Bantuan pangan beras tersebut menyasar lebih dari 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang berada pada kelompok desil 1 hingga desil 4.
Penyaluran beras tambahan yang berasal dari cadangan beras pemerintah (CBP) dan dikelola Perum Bulog diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan potensi gejolak harga beras di pasar.
"Kesiapan menghadapi dampak iklim ini menjadi prioritas pemerintah agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi di tengah potensi gangguan musim," jelas Airlangga.









