Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional, 1.355 Orang Tewas akibat Banjir Bandang

Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional, 1.355 Orang Tewas akibat Banjir Bandang

Terkini | inews | Senin, 7 September 2026 - 21:37
share

KATHMANDU, iNews.id - Warga Nepal menggelar hari berkabung nasional untuk para korban banjir bandang pada Senin (7/9/2026). Mereka menyalakan lilin untuk menandai hari terakhir masa berkabung tradisional umat Hindu selama 13 hari.

Melansir BBC, bendera dikibarkan setengah tiang, sementara kegiatan peringatan dikurangi karena tim penyelamat masih terus mencari korban yang selamat. Acara doa dan penyalaan lilin juga dijadwalkan berlangsung pada Senin (7/9/2026) malam.

Menurut Kementerian Luar Negeri Nepal, berdasarkan laporan terbaru dari badan-badan pemerintah, 1.355 jenazah telah ditemukan di wilayah terdampak banjir. Sementara itu, sekitar 5.000 orang masih dinyatakan hilang, termasuk sekitar 600 warga asing dari 35 negara.

Phanindra Paudel dari Pusat Operasi Darurat Nasional (NEOC) mengatakan, pemerintah tidak akan menggelar kegiatan resmi karena operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di wilayah yang terdampak banjir.

Presiden Nepal Ram Chandra Paudel juga mengunjungi sejumlah wilayah yang hancur akibat banjir pada hari ini.

Kementerian Dalam Negeri Nepal menyampaikan, kantor-kantor pemerintah, termasuk perwakilan diplomatik Nepal di luar negeri, akan mengibarkan bendera nasional setengah tiang untuk menandai hari terakhir masa berkabung.

Juru bicara Angkatan Darat Nepal Raja Ram Basnet mengatakan kepada Agence France-Presse bahwa upaya penyelamatan masih berlangsung dengan intensitas yang sama seperti hari pertama.

"Fokus kami adalah pencarian dan penyelamatan di tiga tingkat, yakni di darat, melalui udara, dan di dalam terowongan," ujar Raja.

"Kami memastikan tidak ada seorang pun yang masih terjebak," tuturnya.

Salah satu lokasi yang masih dianggap memiliki peluang menemukan korban selamat adalah terowongan yang menjadi bagian dari pembangkit listrik tenaga air di wilayah tersebut. Ratusan pekerja pembangkit listrik termasuk di antara orang-orang yang masih hilang.

Dalam beberapa hari terakhir, empat orang berhasil diselamatkan. Tiga di antaranya ditemukan di pembangkit listrik tenaga air atau terowongan.

Di Nepal, setidaknya 5.083 orang masih dinyatakan hilang. Sementara di sisi Tibet, media China pada Jumat (4/9/2026) melaporkan jumlah korban meninggal mencapai 31 orang, sedangkan 531 lainnya masih belum ditemukan.

Topik Menarik