Keluarga Pelajar Korban Kericuhan Pejompongan Pertimbangkan Lapor Polisi, Tunggu Hasil Visum
JAKARTA, iNews.id - Keluarga Faturohman (18) atau akrab dipanggil Fatur, pelajar Madrasah Aliyah Jamiat Kheir yang menjadi korban penganiayaan saat kericuhan di Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, masih mempertimbangkan langkah hukum atas kasus yang dialaminya.
Juru bicara keluarga sekaligus guru korban, Ahmad Fahmi mengatakan keputusan untuk membuat laporan polisi akan ditentukan setelah proses visum selesai dilakukan. Saat ini, keluarga masih fokus pada pemulihan kondisi Fatur yang tengah menjalani perawatan di RSUD Tarakan.
"Terkait laporan kepolisian kita lihat kondisi Fatur ya," kata Fahmi ketika ditemui di RSUD Tarakan, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Fahmi, dirinya bersama ayah Fatur sebelumnya telah mendatangi Polsek Tanah Abang untuk mengurus surat pengantar visum. Langkah tersebut dilakukan setelah pihak rumah sakit meminta surat pengantar dari kepolisian.
Angela Tanoesoedibjo Beri Penghargaan kepada 14 Legislator Partai Perindo, Apresiasi Kerja Nyata
"Saya dan bapaknya Fatur sudah ke Polsek Tanah Abang minta surat. Kita minta visum, tapi dari dokter di sini ketika di IGD minta surat pengantar. Kita sudah buatkan sama bapaknya Fatur, kita sudah ke Polsek Tanah Abang," ujarnya.
Fahmi mengaku proses pengurusan surat pengantar visum berjalan lancar. Namun, pelaksanaan visum belum dapat dilakukan karena masih menunggu dokter yang berwenang kembali bertugas setelah libur akhir pekan.
"Alhamdulillah dilayani dengan baik sekali di Polsek Tanah Abang, sudah dibuatkan surat pengantar visumnya. Tinggal nunggu karena ini hari libur, dokternya belum datang. Nanti mungkin Senin dokternya datang, kita serahkan surat pengantar visumnya, divisum," katanya.
Dia menjelaskan, keluarga akan menentukan langkah hukum berikutnya setelah menerima hasil visum medis terhadap Fatur.
"Nah kalau sudah ada hasilnya baru nanti ada tindakan berikutnya," ucap Fahmi.
Di sisi lain, kondisi kesehatan Fatur disebut terus membaik setelah mendapat perawatan intensif. Fahmi mengatakan luka-luka lebam yang dialami korban mulai berangsur pulih meski belum sepenuhnya sembuh.
"Alhamdulillah untuk kondisi kesehatannya pulih ya, luka-luka lebamnya sudah mulai berangsur-angsur normal walaupun belum 100 persen," katanya.
Meski demikian, Fatur masih mengeluhkan nyeri di sejumlah bagian tubuh. Fahmi menyebut luka yang paling mendapat perhatian medis berada di bagian kepala dan punggung.
"Kalau Fatur sendiri bilang di bagian kepala sama punggung. Semuanya masih ngerasain nyeri, cuma paling utama yang di sini yang luka kena senjata tajam ini," ujar Fahmi.
Menurut Fahmi, salah satu luka di kepala Fatur harus mendapat 12 jahitan. Selain itu, terdapat luka bakar yang diduga akibat sundutan rokok di bagian belakang tubuh korban.
"Sama yang di belakang badannya yang disundut rokok," kata Fahmi.
Diketahui, Fatur menjadi korban penganiayaan saat kericuhan di kawasan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8/2026). Pelajar berusia 18 tahun itu sempat diseret keluar dari gang dekat rumahnya dan dipukuli oleh sekelompok orang tak dikenal saat kericuhan berlangsung.
Saat ini, Fatur masih menjalani pemulihan di RSUD Tarakan.









