Tabungan Masyarakat di Bank Diprediksi Melambat pada 2026, Simpanan Orang Kaya Justru Naik

Tabungan Masyarakat di Bank Diprediksi Melambat pada 2026, Simpanan Orang Kaya Justru Naik

Terkini | inews | Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:20
share

JAKARTA, iNews.id - Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) atau simpanan masyarakat di perbankan nasional diperkirakan melambat pada 2026. Di tengah perlambatan tersebut, rekening orang kaya dengan saldo di atas Rp1 miliar masih mendominasi total simpanan perbankan.

Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan DPK hanya mencapai 6,18 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada 2026. Angka itu turun tajam dibandingkan realisasi pertumbuhan 13,83 persen pada 2025.

Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center, Christiantoko, mengatakan perlambatan DPK terjadi di tengah ketimpangan simpanan masyarakat yang semakin lebar. Hingga Mei 2026, total simpanan perbankan tercatat mencapai Rp10.330 triliun atau tumbuh 13,40 persen (yoy). 

Namun, pertumbuhan tersebut sebagian besar berasal dari rekening bernilai besar dengan saldo di atas Rp1 miliar.

Christiantoko juga menyoroti perbedaan antara keinginan masyarakat untuk menabung dan kemampuan finansial mereka. Berdasarkan Survei Konsumen dan Perekonomian Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Indeks Kemauan Menabung pada Juni 2026 naik menjadi 90,2, sedangkan Indeks Kemampuan Menabung turun menjadi 73,2.

“Data tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat kita sebenarnya masih memiliki kesadaran dan kemauan yang tinggi untuk menabung. Namun, tekanan pengeluaran rumah tangga serta belum pulihnya daya beli membuat kemampuan mereka untuk menyisihkan pendapatan semakin terbatas,” ujar Christiantoko di Jakarta, Minggu (2/8/2026).

Data LPS juga menunjukkan ketimpangan kepemilikan dana simpanan. Rekening dengan saldo di bawah Rp100 juta mencapai 98,90 persen dari total 682,1 juta rekening di Indonesia, tetapi hanya menguasai 11,06 persen dari total simpanan perbankan.

Sebaliknya, rekening dengan saldo di atas Rp1 miliar yang jumlahnya hanya 0,12 persen dari total rekening justru menguasai 70,85 persen total simpanan di perbankan nasional.

“Bahkan pertumbuhan simpanan per Mei 2026, dana pada kelompok rekening di atas Rp1 miliar bertambah Rp236 triliun secara bulanan. Sementara simpanan di bawah Rp100 juta justru berkurang sekitar Rp15 triliun,” ujarnya.

Menurut Christiantoko, bertambahnya jumlah rekening belum mencerminkan peningkatan kemampuan masyarakat untuk menabung karena sebagian besar rekening hanya memiliki saldo kecil.

Dia menilai kondisi tersebut menunjukkan kenaikan DPK belum mencerminkan perbaikan kondisi keuangan masyarakat secara menyeluruh. Perbankan dinilai perlu memperluas basis simpanan ritel agar tidak bergantung pada nasabah dengan dana besar.

Di sisi lain, peningkatan kemampuan masyarakat untuk menabung tetap bergantung pada pertumbuhan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, serta terjaganya daya beli rumah tangga.

“Sebab, selama pertumbuhan simpanan masih bertumpu pada kelompok atas, maka kenaikan DPK belum dapat dibaca sebagai tanda bahwa kondisi keuangan masyarakat telah membaik,” urai Christiantoko.

Topik Menarik