Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi Sore Ini, Abu Vulkanik Membubung 1 Km
JAKARTA, iNews.id - Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Minggu (2/8/2026) pukul 17.12 WITA. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat kolom abu membumbung setinggi 1 km di atas puncak gunung.
PVMBG melaporkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat dan barat laut. Erupsi juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 18,5 mm dan durasi sekitar 2 menit 27 detik.
“Telah terjadi erupsi G. Lewotobi Laki-laki, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 02 Agustus 2026 pukul 17:12 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.000 m di atas puncak (± 2.584 m di atas permukaan laut),” ujar PVMBG pada Minggu (2/8/2026).
Saat ini Gunung Lewotobi Laki-Laki berstatus Level III (Siaga). PVMBG meminta masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
Warga juga diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang sumbernya tidak jelas.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
“Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote,” tutur PVMBG.
Selain itu, warga yang terdampak hujan abu diminta menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan pada sistem pernapasan akibat abu vulkanik.
PVMBG juga meminta Pemerintah Daerah terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, serta dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.








