Kedubes AS Desak Warga Amerika untuk Bersiap Tinggalkan Timur Tengah

Kedubes AS Desak Warga Amerika untuk Bersiap Tinggalkan Timur Tengah

Terkini | okezone | Senin, 3 Agustus 2026 - 02:30
share

WASHINGTON - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di beberapa ibu kota Timur Tengah memperingatkan warga Amerika untuk mewaspadai "eskalasi yang tak terduga" dalam konflik regional dan mendesak mereka untuk bersiap meninggalkan wilayah tersebut.

"Warga Amerika di wilayah tersebut harus mempertimbangkan untuk pergi, atau bersiap untuk pergi jika terjadi eskalasi," kata sebuah peringatan keamanan, yang versinya diunggah di media sosial oleh misi AS di Amman, Yerusalem Barat, dan Baghdad.

Pesan-pesan tersebut mendesak warga untuk memeriksa detail penerbangan dan mengikuti saran keselamatan dari otoritas setempat.

"Warga Amerika yang saat ini berada di Timur Tengah harus berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan serta bersiap menghadapi pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara secara berkala, dan potensi gangguan perjalanan," kata peringatan tersebut sebagaimana dilansir Anadolu.

Warga Amerika di Yordania diberitahu untuk tidak mengunjungi pangkalan militer AS di sana, yang baru-baru ini diserang rudal Iran, dan di Israel mereka didesak untuk mencari lokasi tempat perlindungan bom terdekat.

"Rezim Iran tidak dapat diprediksi, seperti yang terlihat dari keputusan-keputusan terbarunya untuk menyerang wilayah-wilayah di kawasan itu tanpa peringatan atau provokasi, serta memperluas serangan ke wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak menjadi sasaran (seperti Mesir)," demikian bunyi unggahan di situs web Kedutaan Besar AS di Yerusalem Barat.

Pada Rabu (29/7/2026), sebuah drone menyerang kapal gas milik AS yang berlabuh di pelabuhan Mesir, menyebabkan kebakaran. Mesir sedang menyelidiki tetapi belum menuduh kelompok mana pun yang melancarkan serangan tersebut.

Sementara itu, militer Iran menuduh Washington "meningkatkan ketegangan" di kawasan itu, dan memperingatkan: "Negara mana pun yang berfungsi sebagai perisai pertahanan bagi Amerika yang kriminal dan agresif akan dilalap api perang."

Minggu ini, Iran dan AS kembali terlibat baku tembak semalaman setelah jeda pertempuran selama beberapa hari, meskipun tidak ada serangan yang dilaporkan semalaman dari Jumat (31/7/2026) hingga Sabtu (1/8/2026).

Perang Timur Tengah pecah pada 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang telah membalas dengan serangan rudal dan drone di seluruh wilayah tersebut.

Topik Menarik