Serangan Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Yordania, Korban Jiwa Tentara AS Bertambah

Serangan Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Yordania, Korban Jiwa Tentara AS Bertambah

Terkini | okezone | Senin, 20 Juli 2026 - 15:11
share

TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang pesawat-pesawat Amerika Serikat (AS) di Bandara Aqaba, Yordania, selama serangkaian serangan rudal balistik berat. IRGC mengatakan mereka meluncurkan rudal balistik ke pesawat angkut C-17 dan pesawat P-8 AS di Bandara Aqaba, Yordania, dan mengklaim beberapa di antaranya mengalami kerusakan parah.

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh IRIB, IRGC juga mengklaim bahwa 20 hanggar yang menampung pasukan AS di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti/Al-Azraq hancur.

Sebuah drone MQ-9 dilaporkan telah dicegat dan ditembak jatuh di atas Eslamabad-e Gharb di Provinsi Kermanshah, Iran barat, menurut Kantor Berita Mehr.

Menurut laporan tersebut, drone itu menjadi sasaran sistem pertahanan udara canggih yang dioperasikan oleh Angkatan Udara IRGC dan terhubung ke jaringan pertahanan udara terpadu Iran.

Korban jiwa di pihak AS juga dilaporkan bertambah setelah seorang lagi tentara tewas dalam operasi penjinakan bahan peledak dari drone Iran di Irak. Ini menambah jumlah korban tewas tentara AS menjadi 17 orang sejak perang dimulai pada Februari.

Pada Jumat (17/7/2026), dua tentara AS tewas akibat serangan Iran di Yordania, dengan beberapa masih belum ditemukan.

Ledakan Kapal Tanker

Sementara itu, IRGC mengatakan dua kapal tanker minyak meledak dan dihentikan di Selat Hormuz selatan tadi malam, menurut kantor berita semi-resmi Tasnim.

IRGC menyatakan bahwa kapal-kapal tersebut mencoba melintasi jalur air strategis tersebut di bawah apa yang mereka sebut sebagai "paksaan AS".

"Jalur ini tidak aman untuk pengangkutan pupuk kimia atau bahkan setetes minyak dan gas," demikian peringatan dari IRGC, menambahkan bahwa koridor tersebut akan tetap tidak aman selama operasi militer AS di wilayah tersebut berlanjut.

Sebagai tanggapan, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Iran menggunakan Hormuz sebagai alat tawar-menawar, dan ia telah menyerukan negara-negara lain untuk "meningkatkan peran mereka".

AS tetap terbuka untuk solusi diplomatik di Iran, tambah Rubio.

Topik Menarik