12 Rudal Balistik Iran Hantam Fasilitas AS! Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Melonjak

12 Rudal Balistik Iran Hantam Fasilitas AS! Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Melonjak

Terkini | inews | Jum'at, 12 Juni 2026 - 17:59
share

TEHERAN, iNews.id – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim melancarkan serangan rudal ke sejumlah fasilitas militer AS di kawasan Teluk. Di tengah eskalasi konflik tersebut, Iran kembali menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.

IRGC menyatakan telah menembakkan 12 rudal balistik yang menargetkan sejumlah aset militer Amerika Serikat, termasuk fasilitas di Yordania, Bahrain, dan Kuwait.

Iran mengklaim serangan itu merupakan respons atas serangan lanjutan yang dilakukan AS serta dugaan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak April lalu.

Dalam pernyataannya, Garda Revolusi menyebut sejumlah target penting milik militer AS berhasil dihantam, termasuk fasilitas yang digunakan untuk operasi jet tempur F-35, F-15, dan F-16. Iran juga mengklaim telah menyerang Pangkalan Udara Sheikh Isa serta sejumlah pusat kendali militer Amerika di kawasan.

Situasi semakin memanas setelah Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz. Langkah tersebut memicu kekhawatiran pasar global karena sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia biasanya melintasi jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.

Dampaknya langsung terasa di pasar energi. Harga minyak mentah dunia melonjak tajam seiring meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan global. Harga minyak Brent sempat mendekati 95 dolar AS per barel setelah pengumuman penutupan Selat Hormuz dan serangan terbaru antara Iran dan AS.

Analis menilai konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah berpotensi menjaga harga minyak tetap tinggi dalam jangka pendek. Pasar juga mencermati perkembangan diplomasi antara Washington dan Teheran yang hingga kini belum menghasilkan kesepakatan final untuk mengakhiri ketegangan.

Dengan kembali memanasnya konflik AS-Iran dan ancaman terhadap jalur distribusi energi global, dunia kini menghadapi risiko baru terhadap stabilitas pasokan minyak serta potensi gejolak ekonomi yang lebih luas.

Topik Menarik