Dari Blokade Selat Hormuz hingga Ancaman Tutup Laut Merah, Konflik AS-Iran Masuk Babak Baru

Dari Blokade Selat Hormuz hingga Ancaman Tutup Laut Merah, Konflik AS-Iran Masuk Babak Baru

Terkini | inews | Jum'at, 17 April 2026 - 16:03
share

TEHERAN, iNews.id - Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memasuki babak baru yang semakin berbahaya. Setelah militer AS memblokade Selat Hormuz, Iran merespons dengan ancaman menutup Laut Merah, dua jalur vital perdagangan dunia kini berada di bawah bayang-bayang eskalasi militer.

Langkah saling tekan ini menandai peningkatan signifikan dalam konflik, bukan lagi sekadar ketegangan regional, melainkan ancaman langsung terhadap jalur energi global. Iran menegaskan, jika blokade AS terus berlanjut, tidak hanya Selat Hormuz, tapi juga Laut Merah dan jalur pelayaran lain akan ikut terdampak.

Peringatan keras itu disampaikan oleh militer Iran yang menilai kebijakan AS sebagai ancaman terhadap kedaulatan dan perdagangan mereka. Bahkan, Teheran menyebut blokade tersebut sebagai langkah awal pelanggaran gencatan senjata yang masih berlaku.

Mayor Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi, perwira Markas Besar Khatam Al Anbiya, komando militer tertinggi Iran, memperingatkan militernya akan menutup lalu lintas Laut Merah serta jalur pelayaran lainnya di kawasan jika blokade AS terhadap pelabuhan Iran terus berlanjut.

"(Jika blokade AS berlanjut) Akan menciptakan ketidakamanan bagi kapal-kapal dagang dan tanker minyak Iran dan sebagai tindakan 'pendahuluan' untuk melanggar gencatan senjata yang sedang berlangsung," kata Aliabadi, dalam pidatonya di televisi, seperti dilaporkan kembali Middle East Eye.

Dia menegaskan, angkatan bersenjata Iran akan menghentikan ekspor atau impor apa pun yang melalui Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah.

Di sisi lain, AS justru memperluas tekanan dengan memperketat blokade maritim terhadap Iran. Operasi ini ditujukan untuk melumpuhkan ekspor minyak Iran, sumber utama pemasukan negara tersebut, meski implementasinya di lapangan masih menuai kontroversi.

Sejumlah laporan menunjukkan, meski blokade diberlakukan, kapal tanker tertentu masih mampu melintas, menimbulkan pertanyaan soal efektivitas kebijakan tersebut. Hal ini memperlihatkan bahwa konflik tidak hanya terjadi di medan militer, tetapi juga dalam narasi dan klaim antar pihak.

Ancaman Iran untuk menutup Laut Merah berpotensi membawa dampak global yang jauh lebih luas. Jalur tersebut merupakan salah satu rute utama perdagangan internasional, termasuk distribusi minyak dan barang dari Asia ke Eropa.

Jika kedua jalur strategis, Selat Hormuz dan Laut Merah, terganggu secara bersamaan, dunia bisa menghadapi krisis energi dan logistik yang serius. Situasi ini membuat konflik AS-Iran tidak lagi sekadar isu regional, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi global.

Topik Menarik