USS Gerald R. Ford Krisis Limbah, Kapal Induk Rp200 Triliun AS Tersandung Masalah Toilet
WASHINGTON – USS Gerald R. Ford, kapal induk terbesar dan tercanggih milik Angkatan Laut Amerika Serikat, dilaporkan masih dilanda masalah kronis pada sistem pembuangan limbahnya. Gangguan tersebut terus terjadi hampir satu dekade setelah kapal ini diresmikan pada 2017 dengan nilai fantastis mencapai 13 miliar dolar AS.
Berdasarkan lansiran dari gulfnews, Kamis (26/2/2026). Bahwa kapal induk andalan tersebut menghadapi persoalan berulang pada sistem sanitasi berbasis vakum yang diadaptasi dari teknologi kapal pesiar. Sistem ini awalnya dirancang untuk menghemat penggunaan air. Namun dalam praktiknya, pipa sempit yang digunakan disebut tidak mampu menampung beban lebih dari 4.600 awak kapal.
Laporan menyebutkan penyumbatan dan kegagalan sistem vakum terjadi berulang kali. Pada 2022, proses pembilasan asam khusus untuk mengatasi penyumbatan dilaporkan menelan biaya hingga 400 ribu dolar AS setiap kali perawatan.
Media AS juga mengungkap, selama penugasan tahun 2025, kapal tersebut rata-rata mengalami satu panggilan perawatan sistem limbah per hari. Bahkan, dalam periode empat hari, tercatat 205 kerusakan yang memaksa tim teknis bekerja hingga 19 jam per shift untuk menangani kebocoran dan luapan.
Sejak 2023, bantuan teknis eksternal dilaporkan telah diminta puluhan kali. Insiden gangguan terus berlanjut hingga 2026, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan perpanjangan masa penugasan kapal.
Sejumlah awak kapal dilaporkan mengeluhkan kondisi tidak higienis serta meningkatnya kelelahan akibat perpanjangan misi. Moral prajurit disebut ikut terdampak. Namun, pejabat Angkatan Laut AS menegaskan bahwa masalah teknis tersebut tidak mengganggu kesiapan operasional maupun kemampuan tempur kapal.
Kapal induk ini sendiri dipersenjatai dengan berbagai teknologi mutakhir, termasuk sistem peluncuran pesawat generasi terbaru, kemampuan pertahanan canggih, serta didukung reaktor nuklir modern. Namun para pengamat menilai, gangguan berulang pada sistem dasar seperti sanitasi memunculkan pertanyaan serius mengenai pengawasan desain dan efektivitas anggaran pertahanan.
Di tengah tingginya tensi geopolitik global, persoalan teknis di atas kapal perang bernilai miliaran dolar ini menjadi sorotan. Sebab dalam peperangan modern, bukan hanya daya tembak yang menentukan, tetapi juga keandalan sistem dan kesiapan personel.
Masalah yang belum sepenuhnya tuntas ini menjadi pengingat bahwa integrasi teknologi mutakhir dalam platform militer raksasa tetap menyimpan tantangan besar—bahkan pada aspek paling mendasar sekalipun.










