Ini Daftar Jet Tempur AS Dikerahkan ke Timur Tengah untuk Serang Iran

Ini Daftar Jet Tempur AS Dikerahkan ke Timur Tengah untuk Serang Iran

Terkini | inews | Jum'at, 27 Februari 2026 - 04:00
share

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengerahkan lebih dari 300 pesawat militer ke Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Dari ratusan alutsista udara itu, sebagian besar merupakan jet tempur ofensif yang dipersiapkan untuk berbagai skenario, termasuk potensi serangan terhadap Teheran.

Berdasarkan laporan intelijen sumber terbuka, sebagaimana dikutip dari Anadolu, Rabu (25/2/2026), pesawat-pesawat tersebut ditempatkan di sejumlah pangkalan strategis seperti Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Muwaffaq Salti di Yordania, serta Lanud Pangeran Sultan di Arab Saudi. 

Selain itu, kekuatan udara juga dibawa oleh dua kapal induk, yakni USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R Ford.

Berikut daftar jet tempur utama yang dikerahkan AS ke Timur Tengah:

1. F/A-18E/F Super Hornet (84 unit)

F/A-18E/F Super Hornet menjadi tulang punggung kekuatan udara berbasis kapal induk. Jet tempur multirole ini mampu menjalankan misi superioritas udara, serangan darat, hingga pengawalan.

2. F-15E Strike Eagle (36 unit)

F-15E Strike Eagle dikenal sebagai jet tempur serang jarak jauh dengan kemampuan membawa muatan bom dalam jumlah besar. Pesawat ini dirancang untuk menghantam target strategis dengan presisi tinggi.

3. F-16C/CJ/CM Fighting Falcon (48 unit)

F-16 Fighting Falcon varian C/CJ/CM dikerahkan untuk misi serangan presisi dan penindakan sistem pertahanan udara musuh (SEAD).

4. F-35A/C Lightning II (42 unit)

Jet tempur siluman generasi kelima F-35 Lightning II menjadi salah satu aset paling krusial. Kemampuan stealth membuatnya mampu menembus wilayah pertahanan udara Iran dan menghancurkan target bernilai tinggi.

5. F-22 Raptor (18 unit tambahan ditempatkan di Israel)

AS juga mengirim jet tempur siluman paling canggihnya, F-22 Raptor, ke Israel. Sebanyak 12 unit lebih dulu tiba, disusul enam lainnya dari Pangkalan Angkatan Udara Langley. F-22 berperan dalam melumpuhkan radar dan sistem pertahanan udara lawan sebelum gelombang serangan utama masuk.

Selain jet tempur, AS juga mengerahkan pesawat pendukung dan khusus seperti EA-18G Growler (18 unit) untuk perang elektronik, A-10C Thunderbolt II (12 unit) untuk dukungan udara jarak dekat, pesawat komunikasi tempur E-11A BACN (5 unit), serta E-3 Sentry (6 unit) sebagai sistem peringatan dini dan kendali udara.

Untuk mendukung operasi jarak jauh, sekitar 75 pesawat tanker KC-46 dan KC-135 juga disiagakan di wilayah Komando Pusat AS (Centcom), memungkinkan jet-jet tempur melakukan misi berkelanjutan tanpa harus kembali ke pangkalan utama.

Namun hingga kini belum terlihat pergerakan pesawat pengebom siluman B-2 yang sebelumnya digunakan dalam operasi terhadap Iran pada 22 Juni 2025.

Topik Menarik