Presiden Prabowo di Harlah 1 Abad NU: Saya Selalu Bahagia di Tengah Keluarga Besar NU

Presiden Prabowo di Harlah 1 Abad NU: Saya Selalu Bahagia di Tengah Keluarga Besar NU

Terkini | inews | Minggu, 8 Februari 2026 - 20:40
share

MALANG, iNews.id – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasa bahagia dan kekagumannya saat hadir di tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU). Dalam sambutannya, Prabowo mengaku selalu mendapatkan energi positif, semangat persatuan, hingga keberanian ekstra untuk membela rakyat. 

Momen hangat itu terasa saat Prabowo disambut antusias oleh para santri, kiai, hingga para ibu atau "emak-emak" anggota NU. Ia bahkan secara khusus menyinggung semangat luar biasa yang ia rasakan melalui jabat tangan para jamaah.

"Saya merasakan kuatnya tangan emak-emak dari NU ini. Luar biasa kekuatan emak-emak ini. Terima kasih banyak atas sambutan yang luar biasa yang diberikan kepada saya," ujar Prabowo menghadiri acara puncak Hari Lahir atau harlah satu abad  NU, di Stadion Gajayana, Malang, Minggu (8/2/2026).

Di hadapan para warga Nahdliyin yang hadir, Prabowo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.

“Saya hadir di sini, saya ingin menyampaikan intinya adalah, terima kasih Nahdlatul Ulama. Terima kasih para kiai, ulama, terima kasih seluruh nahdliyin semuanya. Keluarga besar Nahdlatul Ulama, terima kasih peran NU jaga kedamaian dan stabilitas Indonesia," ucap Prabowo.

Ia juga memuji NU, bagaimana dalam setiap perjalanan sejarah, NU selalu tampil jadi penyelamat. "Saudara-saudara, 100 tahun kiprah pengabdian NU telah membuktikan bahwa NU adalah pilar daripada kebesaran bangsa Indonesia. Setiap kali negara dalam keadaan bahaya, NU tampil untuk menyelamatkan," kata Prabowo.

Dia menambahkan, NU juga memberi teladan bagaimana persatuan dibangun dan dirawat. Hal ini pula yang membuat Prabowo untuk terus meniru, dan menekankan pentingnya persatuan antara para pemimpin. “NU selalu memberi contoh, NU selalu berusaha untuk menjaga persatuan,” ucapnya. 

Menurut Prabowo, berada di lingkungan Nahdlatul Ulama selalu memberikan kesejukan hati. Ia melihat NU bukan sekadar organisasi, melainkan cerminan dari semangat guyub dan keinginan kuat untuk menegakkan kedamaian di tanah air.

"Setiap kali saya berada di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, saya selalu bahagia. Saya selalu semangat karena merasakan kesejukan. Ada getaran hati, ada semangat persatuan, semangat ingin menegakkan kedamaian dan harapan atas bangsa negara yang adil," tuturnya.

Prabowo juga menegaskan bahwa kehadiran para kiai dan ulama besar di belakangnya menjadi suntikan moral yang sangat berarti. Dukungan tersebut membuatnya merasa jauh lebih berani dalam menjalankan amanah memimpin bangsa. 

"Di tengah-tengah santri, santriwati, di tengah kiai, apalagi ada kiai dan ulama besar di belakang saya, rasanya saya terus jadi lebih berani untuk berbakti, mengabdi, dan membela rakyat Indonesia seluruhnya," kata Prabowo.

Dalam pidatonya, ia memberikan penghormatan tinggi atas kiprah satu abad NU bagi Indonesia. Prabowo menyebut NU sebagai pilar utama kebesaran bangsa yang selalu hadir menjadi penyelamat di masa-masa sulit. 

Ia kemudian mengenang sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Meski proklamasi dilakukan di Jakarta pada 17 Agustus 1945, Prabowo mengingatkan bahwa ujian sesungguhnya dari kemerdekaan itu terjadi di Jawa Timur, khususnya di Surabaya.

"Seratus tahun kiprah pengabdian NU telah membuktikan bahwa NU sungguh-sungguh adalah pilar daripada kebesaran bangsa Indonesia. Setiap kali negara dalam keadaan bahaya, NU tampil untuk menyelamatkan," katanya.

Topik Menarik