Pemulihan Akses Jalan dan Jembatan Pascabencana Sumatera Terus Dikebut
IDXChannel - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama PT Hutama Karya (Persero) mempercepat pemulihan akses jalan dan jembatan di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera yang terdampak bencana.
Puluhan alat berat dikerahkan untuk membuka kembali konektivitas antarwilayah yang sempat terputus akibat longsor dan banjir bandang.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemulihan infrastruktur dasar menjadi prioritas untuk memastikan mobilitas warga serta kelancaran distribusi kebutuhan pokok. Fokus penanganan dilakukan secara paralel, terutama pada sektor sumber daya air dan konektivitas jalan nasional.
"Kami memprioritaskan normalisasi sungai, pengamanan tanggul, serta penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak. Infrastruktur sumber daya air harus kembali berfungsi agar aktivitas warga pulih dan risiko bencana lanjutan dapat ditekan," ujar Dody dalam keterangan resmi, Kamis (8/1/2026).
Di lapangan, Hutama Karya mendukung pekerjaan darurat di sejumlah titik strategis yang berdampak langsung terhadap akses transportasi. Di Pidie Jaya, alat berat seperti excavator dimobilisasi untuk membersihkan material longsor.
Sementara di Takengon, penanganan Jembatan Krueng Pelang diperkuat dengan pemasangan Jembatan Bailey serta dukungan crane, wheel loader, dan dump truck.
Dukungan juga dilakukan pada ruas Gayo Lues–Blangkejeren dengan pengerahan belasan unit excavator dan wheel loader guna mempercepat penanganan badan jalan. Pada wilayah Lawe Alas, Natam, Ketambe, dan Kampung Simpur, pekerjaan mencakup perbaikan jalan akses serta pembangunan tanggul sungai untuk mengamankan jalur transportasi dari ancaman banjir.
Pada koridor Gayo Lues–Kutacane, penanganan dilakukan di Jembatan Lawe Penanggalan dan Jembatan Mengkudu I, termasuk pengalihan aliran sungai, pembuatan tanggul, pemindahan jalan akses sementara, serta perbaikan badan jalan yang terdampak erosi.
Di Aceh Tamiang, percepatan pemulihan dilakukan di sejumlah titik seperti Karang Baru, Kuala Simpang, hingga Desa Lintang Kuala dengan dukungan lebih dari 10 unit alat berat yang terdiri dari excavator, motor grader, dan dump truck. Selain akses jalan, rehabilitasi instalasi pengolahan air (IPA) juga dilakukan untuk memulihkan layanan air bersih bagi warga.
Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah menuturkan penanganan darurat difokuskan pada pembukaan kembali akses yang aman dan dapat dilalui kendaraan. Menurutnya, kondisi tanah dan aliran sungai yang masih dinamis menjadi tantangan utama dalam pekerjaan lapangan.
"Mobilisasi alat dan metode kerja diarahkan agar hasilnya cepat, tetapi tetap mempertimbangkan faktor keselamatan dan keandalan infrastruktur agar konektivitas warga bisa terjaga selama masa pemulihan," ujarnya.
Pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh telah berlangsung sejak akhir November 2025 dan dikerjakan secara berkelanjutan. Lebih dari 100 personel diterjunkan untuk mendukung paket pekerjaan yang mencakup sektor sumber daya air, bina marga, serta fasilitas dasar masyarakat.
Pemerintah berharap percepatan pemulihan akses jalan dan jembatan ini dapat mempercepat pemulihan sosial ekonomi masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini bergantung pada jalur darat untuk aktivitas perdagangan, pendidikan, dan layanan kesehatan.
(kunthi fahmar sandy)









