Meriah! Festival Budaya Indonesia di Sakarya Turki Pukau Pelajar Asing
SAKARYA, iNews.id - Diaspora pelajar Indonesia di Turki menunjukkan kekayaan budaya Nusantara melalui Muhtesem Endonezya, festival tahunan yang diadakan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Sakarya.
Festival budaya yang menampilkan kekayaan tradisi dari berbagai daerah Nusantara ini digelar di Universitas Sakarya pada 28 November lalu.
Kolaborasi Budaya Dua Negara
Sebelum itu Diaspora Indonesia bekerja sama dengan mahasiswa lokal menggelar acara Batik x Ebru, sebagai wadah mempromosikan acara Muhtesem Endonezya. Acara ini dibuka dengan tari tradisional yang ditampilkan oleh mahasiswa Indonesia dan turki.
Batik x Ebru merupakan pertukaran budaya antara Indonesia dan Turki, mahasiswa lokal dan mahasiswa internasional berkesempetan mempelajari teknik batik tradisional Indonesia sekaligus mengenal seni Ebru khas Turki.
Tidak hanya itu, ada beberapa stand pengenalan budaya, memperlihatkan barang-barang tradisional, pakaian tradisional, dan baju atau kain batik yang bisa dicoba.
Uniknya, Batik x Ebru memiliki ciri khas yang sama, yaitu sama-sama melukis. Jika batik melukis melalui canting di atas kain, Ebru teknik melukis di atas air.
Alunan musik Indonesia dan turki berpadu dalam satu rasa bahagia yang menggema melalui tawa pada malam itu. Acara ditutup dengan sesi foto bersama serta pesan untuk tidak lupa menghadiri malam puncak yang lebih spektakuler.
Muhtesem Endonezya tahun ini mengusung tema “Story Of Dreamland”, narasi simbolis untuk menampilkan keragaman budaya, bahasa, dan agama di Indonesia.
Melalui photo booth yang menggambarkan peta Indonesia, pengunjung diajak memahami bahwa meskipun terdiri dari ribuan pulau dan etnis, Indonesia adalah satu kesatuan yang utuh. Festival ini menjadi ajang untuk memperkenalkan sejarah, keunikan, dan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia internasional.
Reisyaff Fiermy Cantando Abiyu, ketua panitia Muhteşem Endonezya, mengungkapkan rasa syukurnya acara ini terselenggara dengan baik.
“Semoga dari terselenggaranya acara ini, orang Indonesia sadar bahwa negara Indonesia sangat indah dan patut diperkenalkan ke kancah dunia. Tetaplah menjadi wakil Indonesia di manapun kita berada serta menjunjung tinggi nama baik Indonesia," ujarnya, dalam pernyataan resmi.
Dia berharap orang luar bisa memahami, mengenal budaya yang baru itu tidak selalu membosankan, justru sangat menyenangkan.
Puncak Acara yang Memukau
Wakil Rektor Universitas Sakarya Ozer Koseoglu meyampaikan apresiasi atas keseriusan mahasiswa Indonesia dalam menyelenggarakan festival budaya tersebut serta menekankan pentingnya budaya dalam suatu bangsa.
Momen pembukaan ditandai dengan bunyi angklung yang dimainkan Duta Besar RI untuk Turki Achmad Rizal Purnama, menandai dimulainya rangkaian puncak acara.
Dalam sambutannya, Dubes Rizal menegaskan budaya adalah jembatan sunyi yang mampu mempertemukan bangsa-bangsa tanpa batasan bahasa maupun wilayah.
Dia menyoroti peran strategis diaspora pelajar sebagai motor penggerak diplomasi budaya, yang melalui kreativitas dan inisiatifnya mampu menghadirkan ruang perjumpaan antara Indonesia dan Turki.
Festival semacam ini bukan hanya pertunjukan seni, melainkan momentum membangun pemahaman lintas budaya dan memperkuat hubungan antar-masyarakat.
Prediksi Line Up Mengerikan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025: Mauro Zijlstra Jadi Top Skor?
Setelah itu disambung prolog drama, berupa narasi pembuka legenda menceritakan tentang Arsa yang masih dalam proses pencarian dreamland hingga bertemu sang dewi dreamland.
Melalui keingintahuan Arsa tentang pulau dan sejarah Indonesia, berbekal dengan buku milik kakeknya, terceritakanlah sejarah Indonesia yang diikuti oleh tarian tradisional dari berbagai daerah, seperti tari saman, silat, tari piring, tari kembang kipas, tari jejer gandrung, tari dayak, tari 4 etnis dan tarung sarung, kecak, dan tari timur.
Para penonton dari berbagai negara akan mengetahui nama tarian-tarian tersebut lewat drama yang berlangsung bergantian dengan pertunjukan.
Muhtesem Endonezya Berhasil Memikat Hati Para Pengunjung
Acara yang dihadiri mahasiswa dari berbagai negara ini merupakan yang keempat kali diadakan. Tahun 2018 lalu menjadi awal Indonesia dapat lebih dikenal oleh masyarakat Turki, khususnya di Kota Sakarya.
Kronologi Pengungkapan Ratusan Amunisi Ilegal di Rumah Kontrakan Jakbar, Langsung Disita Polisi
Festival ini mendapat perhatian luas, tidak hanya dari mahasiswa internasional tapi juga dari pejabat Kota Sakarya, seperti Kepala Dinas Migrasi Provinsi Sakarya Ramazan Latifoglu, Kepala Distrik Serdivan Ali Candan, Kepala Dinas Olahraga Provinsi Sakarya Cemil Boz Atandı, serta Wakil Rektor Universitas Sakarya Özer Köşeoğlu.
Aygul Aladi, mahasiswa asal Turki, menyampaikan keberagaman tarian Indonesia menjadi pengalaman yang sangat memikat baginya. Dia menilai keramahtamahan para panitia dan penampil menciptakan suasana yang hangat serta membuat ia merasa dekat dengan budaya Indonesia.
Dia juga mengungkapkan ketertarikannya untuk kembali hadir pada penyelenggaraan berikutnya.
“Hal yang paling menarik ialah taria-tariannya, kalian memiliki banyak tarian tradisional, berbeda dengan kami yang tidak memiliki tarian sebanyak tarian indonesia. Kalian juga sangat ramah dan akan saya pastikan jika nanti ada acara seperti ini lagi, saya akan hadir kembali, I Love Indonesia”, katanya.










