Jembatan Terapung Penghubung 2 Kecamatan di Bandung Roboh Akibat Derasnya Sungai Citarum

Jembatan Terapung Penghubung 2 Kecamatan di Bandung Roboh Akibat Derasnya Sungai Citarum

Terkini | okezone | Rabu, 11 September 2024 - 18:05
share

BANDUNG - Jembatan Terapung yang menghubungkan dua Kecamatan di Kabupaten Bandung roboh, akibat derasnya aliras sungai Citarum yang meluap lantaran hujan deras pada Selasa hingga Rabu pagi.

Jembatan terapung yang menggunakan kayu dan drum ini roboh lantaran kuatnya aliras deras air Sungai Citarum yang semakin meninggi hingga menyebabkan roboh di tengah-tengah jembatan. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa lantaran kondisi jembatan sedang ditutup sementara karena akan diperbaiki.

Salah satu warga sekitar Agus Alex (32) yang berada di lokasi mengatakan kejadian robohnya jembatan terapung ini terjadi siang hari pada pukul 10.30 WIB.

Menurutnya, pada saat kejadian debit air sungai Citarum sedang tinggi dari semalam akibat hujan ditambah banyak sampah yang menghantam kondisi bawah jembatan.

"Kejadiannya siang, itu emang kondisi pertama jembatan agak miring. Soalnya banyak sampah juga yang numpuk di jembatan. Terus air semakin banyak sama sampah numpang terus ngantem lagi drum sampe roboh," ujarnya saat ditemui di lokasi.

Agus menjelaskan, jembatan terapung ini menghubungkan dua Kampung yakni Kampung Cijeruk Bojongsoang dan Kampung Mekar Sari Baleendah. Jembatan ini pun terbilang aktif dan sering dilewati oleh warga sekitar dan menjadi salah satu jalan alternatif.

"Jadi jembatan ini penghubung Kampung Cijeruk sama Baleendah dan tiap hari Aktif. Tapi sekarang terputus karena ada keadaan kayak gini. Tapi ada jembatan lain yang bisa di lewatin sama warga cuman agak jauh," jelasnya.

Agus menambahkan, pada saat roboh kondisi jembatan sedang diperbaiki sehingga tidak ada warga yang melintas.

"Enggak ada korban jiwa, soalnya udah keburu ditutup jembatannya. Pas juga lagi dibetulin jembatan," tambahnya.

Sebelum terjatuh, jembatan yang memiliki panjang kurang lebih 20 meter dengan lebar 3 meter ini sempat mendengar suara kayu jatuh hingga akhirnya benar-benar roboh dibagian tengah jembatan.

"Paling ada suara-suara ngehantem itu sampah sama airnya. Terus kayunya krekek krekek," terangnya.

Agus menuturkan jika jembatan terapung ini sudah lama berdiri dan dibangun oleh warga bersama dengan pihak kepolisian serta tentara.

Robohnya jembatan ini juga baru pertama kali, sebelumnya sempat ada kejadian namun hanya dialami oleh pengendara motor.

Dirinya pun berharap kedepannya agar jembatan penghubung dua Kecamatan ini kembali diperbaiki bahkan dibuat menjadi permanen.

"Keinginan sih jembatan ini permanen, supaya aman gitu yang lewat, warga lewat aman. Bagusnya diperbaiki permanen lah bagusnya mah gitu, biar tidak kayak gini," pungkasnya


Topik Menarik